Saturday, May 15, 2021
Home > News > Public Service > Wow, Kabupaten Tangerang Sebagai Daerah Percontohan SP4N-LAPOR

Wow, Kabupaten Tangerang Sebagai Daerah Percontohan SP4N-LAPOR


Banten-News | Public Service | Tangerang Kabupaten 

Bupati Tangerang A Zaki Iskandar bangga Kabupaten Tangerang menjadi salah satu daerah percontohan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional- Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N-LAPOR). Kota seribu industri ini sejak 2018 lalu sudah menerima 3171 pengadauan dan ditindaklanjuti.

Daerah lain yang menjadi percontohan SP4N LAPOR, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bandung. Sedangkan untuk Provinsi, Bali, Sumaetra Barat dan DIY Yogyakarta.

Rapat Koordinasi Penguatan Komitmen Pelaksanaan SP4N-LAPOR berlangsung secara virtual, Selasa (23/3/2021), Bupati Tangerang didamipingi Sekda Moch Maesyal Rasyid, Inspektur Uyung Mulyardi, Kadis Kominfo Tini Wartini, dan Kabag Organisasi serta perwakilan UNDP di Ruang Rapat Cituis Lt 5 Gedung Sekretaris Daerah Kaupaten Tangerang.

Bupati Zaki bersyukur daerah yang dipimpinnya masuk dalam program SP4N-Lapor karena selain road map dan juga master plan seluruh regulasi sudah dipenuhi serta perencanaan terkait dengan program program tahunan dari SP4N-Lapor juga sudah berjalan.

“Menyampaikan ucapan terima kasih dan bangga Kabupaten Tangerang ditunjuk sebagai salah satu daerah percontohan SP4N-Lapor. Kabupaten Tangerang masih membutuhkan bimbingan dan dukungan dari berbagai stakeholder dan para pemangku kebijakan agar dapat terus meningkatkan kapasitas dan penguatan e-goverment,” ucapnya.

Menurut Bupati, Kabupaten Tangerang ditunjuk sebagai daerah SP4N-LAPOR karena memang sejak September 2018 lalu sampai hari ini sudah menerima 3171 lebih pengaduan, yakni pengaduan terhadap fasilitas sarana prasarana dan pelayanan publik di Kabupaten Tangerang , Pemerintah Pusat dan Provinsi yang ada di Kabupaten Tangerang.

Sementara itu, Presiden Representative UNDP Indonesia, Norimasa Shimomora mengatakan, SP4N-LAPOR akan membantu masyarakat dalam menyampaikan keluhan mereka.

Dia menjelaskan bahwa Sistem transparan dari SP4N-LAPOR tidak hanya meningkatkan atau menunjukkan pemerintah untuk memastikan bahwa warga negara menikmati layanan dari hak mereka, tetapi juga memperkuat rasa kesetaraan diantara warga negara.

“Jadi jika kebutuhan masyarakat ditangani tentunya dapat meningkatkan kepercayaan warga negara terhadap penyelenggaraan pemerintah,” ungkapnya melalui penterjemah.

Ucapan terimaksih kepada enam kepala daerah yang menjadi percontohan di Indonesia berkat komitmen mereka dilontarkan Country Director KOICA Indonesia, Jeong Hoe Jin. (sam)

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close