Sunday, October 25, 2020
Home > News > Citizen Journalism > Wartawan Harian Tangerang Raya (Pokja) Kecam Kekerasan Jurnalis

Wartawan Harian Tangerang Raya (Pokja) Kecam Kekerasan Jurnalis


Aksi massa FBR di Balaikota Tangerang Selatan, siang kemarin.(K6)

Multa F | Banten-News | City Journalsm | Tangsel

Wartawan Harian Tangerang Raya (Pokja) Kecam Kekerasan Jurnalis menyatakan sikap mengutuk keras atas peristiwa menimpa wartawan Kabar6.com yang mendapat perlakuan kekerasan dan intimidasi dari oknum yang diduga anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) Forum Betawi Rempug (FBR).

“Tidak boleh ada intimidasi apalagi sampai ada kekerasan kepada wartawan yang sedang bertugas,” Iman Fauzi saat dimintai keterangan, Rabu, 4 Desember 2019.

Iman bilang, kami mengutuk dan mengecam keras aksi kekerasan terhadap jurnalis yang sedang meliput, mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap jurnalis.

“Mengajak seluruh pihak menghormati kerja jurnalistik yang dilakukan wartawan. Karena tugas jurnalis dilindungi oleh Undang-undang sebagaimana yang diatur dalam Pasal 8 Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Dimana, jurnalis dalam menjalankan profesinya mendapat perlindungan hukum,” katanya.

Sebelumnya, Eka Huda Rizki Rangkuti, wartawan Kabar6.com resmi melaporkan aksi kekerasan dan intimidasi yang dilakukan anggota ormas Forum Betawi Rempug (FBR) ke Polres Tangerang Selatan.

Didampingi Sukardin, Direktur Utama Kabar6.com, Eka melaporkan kasus ini pada dinihari tadi. Sukardin menyatakan tidak menerima perlakuan oknum anggota FBR terhadap wartawannya itu. Ia menegaskan telah membawa kasus tersebut keranah hukum untuk diproses lebih lanjut.

“Ini termasuk tindakan premanisme, jadi wartawan kita sudah mengakui kalau dia wartawan dan ingin meliput, tapi masih dianiaya,” kata Sukardin di Mapolres Tangsel.

Sukardin yang berprofesi sebagai pengacara juga mengatakan kasus tersebut masuk delik perkara yang dinilai telah melanggar Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang menghalangi tugas jurnalistik pasal 18 ayat 1 karena tadi secara jelas ada ancaman hapus foto.

“Dimana diatur dan ditejerat pidana kurungan selama 2 tahun denda maksimal 500 juta dan yang kedua kena pasal 351 KUHP tentang penganiayaan,” katanya.

Dia meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian dan memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku. Persatuan Wartawan Harian Tangerang Raya (Pokja) Kecam Kekerasan Jurnalis.

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close