Saturday, October 16, 2021
Home > News > Crime & Law > Warga Legok Tolak Truk Galian Tanah di Kabupaten Tangerang, Solusinya?

Warga Legok Tolak Truk Galian Tanah di Kabupaten Tangerang, Solusinya?


Banten–News | Crime & Law | Tangerang Kabupaten

Jalur emas Legok – Karawaci sepanjang hari macet apalagi sekarang sudah makin padat. Warga sudah habis kesabaran. Kebijakan sudah ada dengan terbitnya Perbup namun minim pengawasan dan penegakan. Stakeholder tidak sibuk mencari siapa yang salah.

Lebih baik semua kekuatan fokus kepada truk mencari solusi agar kedepan tidak ada lagi masalah yang berulang kali.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang Agus Suryana mengklarifikasi adanya aksi demo warga Cirarab Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang pukul 20.00 Sabtu ( 25/9/2021) malam.

Dalam klarifikasinya, Agus Suryana mengatakan bahwa aksi demontrasi warga merupakan rangkaian dari kejadian sebelumnya, yakni adanya musibah rumah Taupik Hidayat warga Cirarab yang tertabrak tronton, pada pukul 01.25 Rabu dinihari (22/9/2021).

Dalam peristiwa tersebut rumah korban mengalami kerusakan berikut kendaraanya akibat ditabrak tronton. Pemilik rumah secara spontan melakukan pemukulan terhadap pengemudi truk tronton tersebut.

“Namun saat malam itu juga terjadi kesepakatan damai antara kedua belah pihak, dan pemilik kendaraan memberikan uang ganti rugi kepada korban, karena rumah dan 2 unit kendaraan roda dua milik korban mengalami kerusakan,” kata Agus.

Namun keesokan harinya kata Agus, pemilik rumah Taufik Hidayat dipanggil ke kepolisian sektor Legok untuk dimintai keterangan terkait dugaan pemukulan oleh Taupik kepada Miskari sopir tronton saat peristiwa kecelakaan tertabraknya rumah oleh tronton terjadi.

“Kemungkinan besar ada kaitan demo warga dengan peristiwa sebelumnya. Mungkin warga kecewa kepada truk tronton, kenapa sudah damai tapi ujung-ujungnya sopir truk melaporkan pemilik rumah yang ditabraknya,” kata Kadishub.

Kadishub meminta masyarakat agar melaporkan kepadanya jika ada oknum anak buahnya yang melakukan pungutan liar (pungli). Dirinya tidak akan segan-segan untuk melakukan pemecatan terhadap oknum Dishub tersebut. Namun, masyarakat saat ini hanya menduga-duga saja karena fakta dilapangan, kemacetan yang kerap terjadi dimanfaatkan oleh oknum warga yang mengutip sebesar 10 ribu kepada truk yang parkir dijalan menunggu jam Perbup dibuka pada pukul 22.00.

“Oknum warga memanfaatkan situasi bekerjasama dengan oknum Dishub Kabupaten Bogor,” tandasnya.

Peristiwa pemblokadean dan bakar ban oleh warga Legok terjadi di depan Pos Pantau Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Jl Raya Parung Panjang – Curug pertigaan Dasim Desa Cirarab Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang, pukul 20.00 Sabtu (25/9/2021).

Dalam peristiwa tersebut, warga membakar ban bekas dan memberikan selebaran berisi runtutan dam sempat terjadi ketegangan antara warga dengan sopir yang nekat melintasi blokade tersebut. Beruntung keduanya bisa direlai, aksi warga Legok tersebut menuntut agar truk tronton untuk mematuhi perbup no 46 tahun 2018 tentang pembatasan operasional kendaraan berat di wilayah Kabupaten Tangerang.

Sakri warga Legok mengatakan, kejadian aksi demo semalem diikuti oleh sekitar puluhan orang warga yang sudah kesal dengan adanya parkir sembarangan truk tanah dan tronton dipinggir jalan, sehingga setiap harinya terjadi kemacetan arus lalu lintas. Truk tronton tersebut sudah stanbay pada pukul 19.00 sampai dengan pukul 20.00. Padahal secara aturan truk tidak boleh berhenti sembarangan karena menggangu warga.

“Kami berharap agar kemacetan bisa teratasi, dan petugas Dishub diperbanyak jumlahnya,” terangnya.

Dia juga mempertanyakan tidak berfungsinya dua portal yang dipasang dipertigaan Dasim yang mengarah ke jalan Pemda Tigaraksa Kabupaten Tangerang dan satu lagi portal yang mengarah ke Legok. Karena, setiap hari portal tersebut tetap saja dibuka. Padahal kalau berfungsi, maka akan meminamilisir lewatnya truk tronton berukuran besar.

“Warga disini berharap agar truk berukuran taat terhadap aturan yang sudah dibuat pak Bupati Tangerang, tentunya pengawasan dari dinas perhubungan dan kepolisian harus ketat, agar warga tidak dirugikan,” terangnya.(Red-BN)

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *