Friday, September 17, 2021
Home > News > Social Problems > Wahyu Ilhami, Bocah Yang Tercerabut Hak Masa-Masa Kecilnya Karena Orang Tua

Wahyu Ilhami, Bocah Yang Tercerabut Hak Masa-Masa Kecilnya Karena Orang Tua


Banten-News | Social Problems | Tangerang

Diam terpekur menahan lapar dan dingin serta mengharap adanya pembeli barang dagangannya, Muhammad Wahyu ilhami, bocah kecil usia 11 tahun siswa kelas 5 SDN Bitung Jaya 2, Kabupaten Tangerang, mengharapkan pembeli dari jalanan itu.

Anak kecil seusia dini seperti Wahyu ilhami dipaksa oleh keadaan dan kemiskinan pada pukul 8 malam masih harus berjibaku mencari sesuap nasi untuk bisa bertahan hidup.

Wartawan yang berada di lokasi perumahan Citra Raya tempat Wahyu menjajakan barang dagangannya pada Sabtu, 21 Maret 2020 malam menghampiri Wahyu ilhami sang bocah malang tersebut dan dengan meneteskan air matanya awak menanyakan kepada Wahyu mengapa dirinya malam-malam seperti ini masih ada dipinggir jalan dan sedang apa ?

“Lagi jualan pisang om buat makan,” tutur Wahyu singkat dengan raut muka planga-plongo polosnya.

Ternyata makin deras meneteskan air matanya dan menanyakan apakah pisangnya sudah laku dan dimana tinggalnya serta kemana kedua orang tuanya.

Dengan tertunduk kepalanya Wahyu menjawab bahwa kedua orang tuanya sudah berpisah (bercerai). Dirinya saat ini bersama ibunya Nani Suryani yang berprofesi sebagai buruh harian mengepak Karet dan juga adiknya yang masih balita di Kampung Cerewet RT 001/004, Desa Suka Damai, Bitung, Kabupaten Tangerang.

Wartawan yang pada malam itu hanya mengantongi uang sebesar Rp 30.000; (Tiga Puluh Ribu Rupiah) memutuskan untuk membeli satu kantong plastik pisang unyil yang berukuran kecil seharga Rp 25. 000, (Dua Puluh Lima Ribu Rupiah) dan langsung memakainya bersama Wahyu dipinggir jalan Citra Raya, dengan harapan memancing warga masyarakat lainnya untuk ikut membeli pisang dagangannya.

Dan Subhanallah, tak lama kemudian banyak pengendara sepeda motor yang berhenti dan membeli pisang dagangan Wahyu, dan Alhamdulillah pisang dagangan bocah malang tersebut habis terjual.

“Makasih ya om sudah nemenin saya dan pisang saya udah abis, makasih ya om….makasih ya om,” ujar Wahyu berulang-ulang sambil mencium tangan awak wartawan.

Dan akhirnya wartawan menyuruh Wahyu untuk segera pulang karena sudah makin malam dan setelah mencium tangan wartawan Wahyu bergegas pergi untuk pulang dengan raut muka yang sangat lelah namun ceria karena dagangannya habis terjual.

Semoga kisah nyata tersebut dapat menggerakkan hati para pejabat eksekutif, para Wakil Rakyat di DPRD Kabupaten Tangerang, pihak Dinas Sosial dan Baznas Kabupaten Tangerang serta para dermawan yang terketuk hatinya untuk menolong dan mengangkat harkat dan martabat hidup Wahyu Ilhami dan adik serta ibunya, bocah yang terlupakan oleh kue pembangunan tersebut. (mediabantencyber.co.id)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close