Monday, September 28, 2020
Home > News > Healt > Wahidin Wacanakan Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan, Covid-19 Belum Turun

Wahidin Wacanakan Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan, Covid-19 Belum Turun


Multa F | Banten-News | Health | Greater Banten

Gubernur Banten Wahidin Halim mewacanakan penerapan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disesase 2019. Hal itu terungkap dalam telekonferensi Rapat Evaluasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Perpanjangan Ketujuh (VII) atau PSBB Tahap VIII wilayah Tangerang Raya, Minggu (9/8/2020).

Wacana penerapan Inpres No. 6 Tahun 2020 itu untuk merespon terjadinya peningkatan kasus di wilayah Tangerang Raya, khususnya di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Namun demikian, kata Gubernur Banten, wacana itu perlu didiskusikan dan dikaji lebih lanjut. Termasuk kesiapan aparat penegak hokum dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing kabupaten dan kota.

“Ada kecenderungan kenaikan di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Walaupun tidak berpengaruh terhadap kenaikan di tingkat nasional, kita kaji dan apa yang mempengaruhinya. Waspadai dan pertahankan. Jangan sampai posisi Zona Kuning kembali lagi ke Zona Merah karena akan  sangat berat untuk penanganannya,” tutur Gubernur Banten.

Gubernur Banten menginstruksikan untuk memberikan perhatian terhadap kehadiran kerja bagi pegawai di pemerintah daerah maupun swasta agar menjadi perhatian. Mempertimbamgkan kembali WFH (Work Form Home) dengan proses evaluasi dan kontrol yang ketat. Termasuk kegiatan masyarakat atau keramaian harus tetap mendapatkan perhatian oleh aparat penegak hukum.

“Pengawalan yang telah dilakukan oleh aparat penegak hukum selama ini jangan sampai sia-sia,” ujar Gubernur.

Sementara itu, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Tangerang kembali diperpanjang hingga 23 Agustus mendatang.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan perpanjangan PSBB berdasarkan hasil rapat evaluasi kepala daerah dengan Gubernur Banten. “PSBB kembali diperpanjang sampai 23 Agustus,” ujarnya Minggu (9/8/2020).

Zaki mengatakan salah satu pertimbangan perpanjangan PSBB yang ke 8 kali ini adalah kasus pasien Covid-19 baru masih terus bertambah. “Potensi penularan masih tinggi,” tutur Zaki.

Sehingga, kata Zaki, pada PSBB kali ini rencananya akan ada pengetatan aturan di masyarakat. Hal ini untuk menekan angka positivity rate sehingga tidak bermunculan lagi pasien Covid-19 baru. 

Kapolda Banten Irjen. Pol. Fiandar melalui Kabid Humas Polda Banten Kombes. Pol. Edy Sumardi menghimbau kepada masyarakat agar bisa bekerjasama mendukung pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan mengikuti protokel kesehatan dengan menjaga jarak, selalu mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan hand sanitizer serta selalu menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Banten Ati Pramudji H melaporkan dalam dua pekan PSBB Perpanjangan Ketujuh atau PSBB Tahap VIII wilayah Tangerang Raya, terjadi peningkatan kasus pada delapan kota dan kabupaten di Provinsi Banten. Khususnya di wilayah Tangerang Raya.

Hal itu, kata Ati, karena masifnya tracing, dan skrining yang dilakukan, mobilitas masyarakat yang menimbulkan klaster import bertambah, serta dibukanya beberapa perkantoran dan pusat perbelanjaan yang menjadikan kalster baru. (*) 

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close