Friday, February 23, 2024
Home > News > Crime & Law > Waduh! Antri BLT di Kantor Desa Mekar Kondang, Emas 15 Gram Milik Ibu Listiati Hilang

Waduh! Antri BLT di Kantor Desa Mekar Kondang, Emas 15 Gram Milik Ibu Listiati Hilang


Banten-News | Crime & Law | Tangerang

Sukadiri || Nasib Na’as menimpa Ibu Listiati warga Desa Mekar Kondang RT.01/01 Kecamatan Sukadiri, kehilangan emas 15 gram miliknya pada saat pengambilan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia Tahap Ke – 9 pada Senin kemarin (30/12/2020) di Aula Kantor Desa Mekar Kondang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang.

Listiati menjelaskan, pada saat itu dirinya berangkat dari rumah ke kantor Desa sekitar pukul 10 .00 pagi hendak mengambil Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kemensos RI. Setiba di kantor Desa sudah banyak warga lainnya berkumpul antri pengambilan Bantuan Sosial Tunai.

Listiati menyadari bahwa dirinya ingat betul berangkat dari rumah ke kantor Desa masih memakai perhiasan nya. Mengingat berdesakan warga pada saat pengambilan BLT, Listiati diingatkan oleh salah satu suadaranya agar perhiasan yang di pakainya itu dibuka dan dimasukan ke dompet untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan.

“Saya masih ingat perhiasan saya dibuka dan saya masukan kedalam dompet yang saya bawa. Pada saat saya dengar petugas menghimbau agar mempersiapkan barcode dan Kartu Keluarga. Pada saat itu saya sudah berada di antrian bersama yang lainnya. Pas saya buka dompet mau ambil barcode surat dan kartu keluarga, disitu baru diketahui emas yang saya masukan ke dalam dompet itu udah hilang. Saya langsung kaget dan saya ga bisa nyari karena posisi saya udah di tengah-tengah warga lainnya ikut antrian,” jelas Listiati kepada wartawan detakbanten.com, saat ditemui di rumahnya, Kamis, (3/12).

Sehabis ambil BLT, Listiati langsung mancari emasnya yang hilang disekitar lingkungan Desa. Dan setelah itu pihaknya langsung melaporkan kepada kepala Desa bahwa dirinya baru saja kehilangan emasnya.

“Pas saya keluar antrian dan habis ambil BLT, saya langsung mencari disekitar lingkungan Desa dan saya langsung laporan ke petugas dan kepala desa,” terangnya.

Menurutnya, emas nya itu adalah hasil jerih payahnya pada saat dirinya kena kerja pada setahun yang lalu. Sebelas tahun bekerja di salah satu pabrik industri setelah mendapat PHK dirinya langsung membeli emas untuk simpanan kebutuhan hidupnya.

“Emas 15 Gram itu hasil kerja saya, kalau sekarang di uangkan sekitar 12 juta,” ujarnya

Listiati berharap emas nya yang hilang tersebut bisa kembali lagi, walaupun ada yang menemukan dirinya sangat berharap orang yang menemukannya itu di beri kejujuran dan mau mengembalikan emasnya yang hilang.

“Saya hanya bisa berdoa agar bisa kembali emas saya yang hilang itu, kalau ada yang mengembalikan ke saya tentunya saya sangat ngerti pasti akan saya berikan imbalan terima kasih,” ucapnya.

Sementara itu Sofa Kepala Desa Mekar Kondang pada saat di konfirmasi membenarkan adanya warga yang kehilangan emas 15 gram pada saat pengambilan Bantuan Sosial Tunai (BST) Pusat tahap ke 9 pada Senin kemarin.

“Ya Kang ada, pas pengambilan BST Pusat,” ujar nya pada saat di konfirmasi detakbanten.com.

Namun menurut Sofa, hilangnya emas warga sulit untuk dicari, mengingat pada saat itu kondisi nya orang banyak.

“Sulit kang ditemukan ya namanya orang banyak. Tapi udah diinfokan sih ke masyarakat jika ada yang menemukan untuk dikembalikan,” ujarnya. (iday)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *