Thursday, December 12, 2019
Home > News > Public Service > UKM di Sekitar Bandara Soekarno-Hatta Diguyur Rp 810 Juta

UKM di Sekitar Bandara Soekarno-Hatta Diguyur Rp 810 Juta


Banten-News | Public Service | Tangerang Kota

PT Angkasa Pura II (Persero) melalui Kantor Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) kembali menyalurkan dana bantuan dalam program kemitraan bina lingkungan kepada para calon mitra binaan pada Rabu, 25 September 2019.

Penyaluran dana bantuan kepada 27 calon mitra binaan di Rumah Kreatif, Gedung Community Center, M1 Bandara Soetta ini merupakan tahap 3 dalam tahun ini.

Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II, Bayu Rafisukmawan menyerahkan langsung bantuan dana kemitraan tersebut kepada calon mitra binaan.

Bayu mengatakan, penyaluran dana bantuan ini bertujuan untuk mendorong bisnis usaha kecil dan menengah (UKM) bagi masyarakat di sekitar Bandara Soetta.

“Sehingga dengan dana bantuan ini dapat menaikkan kelas usaha mitra binaan demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurut Bayu, hingga triwulan ketiga dalam program kemitraan bina lingkungan ini, pihaknya telah menyalurkan dana bantuan sebesar Rp2 miliar 245 juta kepada 70 mitra binaan.

“Harapan kami dengan adanya pinjaman dana program kemitraan ini dapat membantu mitra binaan dalam menjalankan usahanya dengan tenang tanpa adanya kekhawatiran akan besarnya cicilan pinjaman,” ujar Bayu.

Dana mitra usaha dari PT Angkasa Pura II ini pun sudah banyak membantu mitra binaan, salah satunya Nafsuh. Warga Kresek Kabupaten Tangerang ini mengaku telah mendapatkan pinjaman lunak tersebut sejak 2011 lalu.

Awalnya, dia mendapatkan pinjaman sebesar Rp10 juta yang diperuntukan untuk warung sembako di rumahnya. Lalu, dua tahun kemudian ketika lunas mendapatkan suntikan dana segar lagi sebesar Rp15 juta.

“Ketika lunas lagi, lanjut Rp40 juta. Nah, saat itu bukan hanya mengembangkan usaha warung sembako, tapi saya bagi dua modalnya dengan membuka pabrik kecil-kecilan khusus garmen ekspor,” ujar Nafsuh.

Kemudian, ketika cicilan tersisa dua dua bulan dia melakukan pelunasan sekaligus. Selanjutnya saat ini dia mendapatkan kucuran dana lagi sebesar Rp 80 juta. Pinjaman tersebut, lanjutnya akan dijadikan modal untuk pengembangan pabrik garmennya di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

“Warung sembakonya masih, malah semakin besar. Itu yang jaga istri, saya kembangkan usaha garmen. Program ini sangat membantu saya dalam mengembangkan usaha,” katanya.

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close