Saturday, November 26, 2022
Home > News > Infrastructure > Target AP II Jadi The Leading Indonesia’s Airport Company Tahun Ini

Target AP II Jadi The Leading Indonesia’s Airport Company Tahun Ini


President Director AP II Muhammad Awaluddin (kanan) dan Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi. (Foto : Multa Fidrus)

Banten-News | Infrastructure | Tangerang

Memasuki tahun 2020, PT Angkasa Pura II (Persero) menetapkan brandline baru yakni The Leading Indonesia’s Airport Company. Brandline ini selalu ditampilkan berdampingan dengan logo perusahaan yaitu Sky City atau dunia tanpa batas, yang terdiri dari simbol bola dunia AP II.

Adapun brandline The Leading Indonesia’s Airport Company ini berangkat dari berbagai pencapaian dan prestasi AP II pada 2016–2019, periode di mana perseroan menjalankan Corporate Transformation 1.0 yang fokus pada culture transformation termasuk juga mencakup penyediaan digitalisasi di sektor pelayanan, operasional, dan pengembangan bisnis kebandarudaraan.

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan pencapaian lain yang cukup penting adalah keberhasilan perseroan menerapkan digitalisasi bandara melalui konsep Smart Airport guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional, layanan, mau pun pengembangan bisnis non-aeronautika.

“Digitalisasi dalam pengelolaan bandara tak bisa ditolak, bandara tidak bisa dikelola dengan cara-cara tradisional lagi. Bandara bisa diibaratkan sebagai penghubung semua kegiatan ekonomi, jadi kalau ada istilah Internet of Things (IoT), besok akan ada Airport of Things,” ujar Awaluddin.

Berbagai penghargaan dan pencapaian di bidang operasional, layanan dan bisnis yang didukung implementasi digitalisasi ini membuat AP II menjadi The Leading Indonesia’s Airport Company.

“Pada 2020–2024, AP II berupaya meningkatkan level sektor kebandarudaraan nasional dengan mulai mengimplementasikan penggunaan teknologi mutakhir seperti artificial intelligence, internet of things, big data analytics, roboting, automation, virtual reality hingga augmented reality,” jelas Awaluddin.

Tahun ini cukup penting bagi AP II karena merupakan awal dari dimulainya Corporate Strategic Transformation 2.0.

Perseroan akan memanfaatkan berbagai potensi guna meraih peluang untuk membentuk pondasi yang kokoh dalam menyongsong era baru kebandarudaraan nasional.

Pada 2020, AP II menargetkan pendapatan Rp 12,8 triliun atau meningkat 34% dibandingkan dengan prognosa 2019. Adapun laba bersih pada 2020 diproyeksikan lebih dari Rp 3 triliun dengan EBITDA Rp 5.3 triliun.

“Pendapatan pada tahun ini dikontribusikan dari bisnis aeronautika Rp 6.26 triliun, dan non-aeronautika Rp 6.54 triliun yang didalamnya sudah termasuk pendapatan kargo. Jadi, pertama kalinya mulai di tahun 2020 ini kontributor pendapatan terbesar AP II berasal dari bisnis non-aeronautika yaitu sebesar 51%,” ungkapnya.

Target-target tersebut dapat dicapai dengan juga memaksimalkan sinergi anak usaha melalui penerapan corporate parenting strategy dalam bentuk strategic control pada AP II Group dalam hal ini Propertindo, PT AP Kargo, PT AP Aviasi, PT Gapura Angkasa, dan PT AP Solusi beserta dua anak usahanya yaitu PT AP Solusi Integra dan PT AP Sarana Digital.

“Seluruh anak usaha ditargatken meraih pendapatan Rp 3,4 triliun atau sekitar 26,7% dari total pendapatan 2020,” ungkap Awaluddin.

Sementara itu dari sisi operasional, PT AP II memproyeksikan jumlah penumpang pesawat seluruh bandara yang dikelola mencapai 93,92 juta penumpang atau naik sekitar 4,3% dibandingkan dengan tahun lalu.

Di sisi layanan, PT Angkasa Pura II mengoptimalkan layanan berbasis digital yang sudah ada mau pun berbagai inovasi ke depan dengan Bandara Soekarno-Hatta sebagai tempat pengembangan berbagai platform digitalisasi itu.

Tidak kalah penting juga, PT Angkasa Pura II (Persero) terus mengoptimalkan peran Bandara Soekarno-Hatta sebagai Pintu Gerbang Utama Indonesia, atau The Gate of Indonesia. Konsep besarnya sendiri adalah Bandara Sebagai Pusat Seni dan Budaya Indonesia (Airport as Art, Culture and Tourism Hub).

“Salah satunya menjadikan Soekarno-Hatta sebagai tempat untuk memperkenalkan berbagai nuansa seni dan budaya Nusantara, serta ikon yang dimiliki di sejumlah daerah. Kami berharap masyarakat dapat semakin mencintai Tanah Air dan dunia internasional semakin mengetahui kekayaan seni dan budaya Indonesia.”

PT Angkasa Pura II menargetkan peringkat Soekarno-Hatta dapat membaik hingga masuk ke jajaran 30 besar bandara terbaik di dunia.

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.