Thursday, January 21, 2021
Home > News > Crime & Law > Tahanan Tewas di Sel Penuh Lebam Dan Luka Bakar, Keterangan Polisi dan RSU Tangerang Berbeda 

Tahanan Tewas di Sel Penuh Lebam Dan Luka Bakar, Keterangan Polisi dan RSU Tangerang Berbeda 


Banten-News | Crime & Law | Tangerang Selatan

Kasus tewasnya seorang tahanan di sel Polres Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih menyisakan misteri. Polisi pun hingga kini belum bisa mengungkap dugaan adanya penganiayaan, sebagaimana disebutkan keluarga almarhum. Tahanan yang tewas itu bernama Sigit Setiawan (33). Sigit diciduk Satnarkoba Polres Kota Tangsel di kawasan Pamulang pada 1 Desember 2020. Polisi mendapatkan barang bukti berupa sabu seberat 0,5 gram dari tangannya. Sigit pun dijebloskan ke dalam sel dan menjalani penyidikan.

Sejak ditangkap, Sigit baru bisa dibesuk oleh salah satu keluarganya berinisial RI (29), pada tanggal 9 Desember 2020. Saat bertemu di ruangan polisi, RI menyebut jika Sigit sudah terlihat dalam kondisi yang mengenaskan. Terdapat banyak luka lebam, luka terbuka, hingga bekas luka bakar di bagian lehernya.

Melihat kondisi tersebut, RI awalnya berupaya menanyakan luka-luka yang dialami Sigit. Namun dengan bahasa isyarat, Sigit pun meminta agar RI tak perlu menanyakan luka-lukanya tersebut lantaran ada seorang petugas yang ikut mengawal ketat mereka di ruangan.

“Waktu itu ada satu petugas yang ngawal kita bertemu. Jadi dia (Sigit) minta jangan bahas soal itu,” terang RI.

Pertemuan dI jam besuk itu pun selesai. RI lantas kembali pulang dengan penuh tanda tanya. Lalu pada hari Jumat 11 Desember 2020, pihak Polres Kota Tangsel menghubungi keluarga Sigit untuk mengabarkan bahwa Sigit Setiawan telah meninggal dunia karena sakit. Dan jenazahnya berada di RSU Tangerang.

“Sigit itu sehat, sebelum tertangkap dia sehat-sehat saja. Kerjanya kan di teknisi otomotif. Terus dikabarin hari Jumat, dia meninggal karena sakit. Tapi nggak ada penjelasan medis sakitnya apa,” tandas RI.

Kejanggalan keluarga korban kembali menguat, saat petugas menolak keinginan pihak keluarga yang akan menjemput jenazah untuk memandikan dan mengkafaninya. Dikatakan RI, ketika itu petugas menyebut bahwa mereka telah mengurus jenazah hingga siap dimakamkan.

Kabar tewasnya Sigit Setiawan akibat adanya penganiayaan langsung dibantah oleh pihak Polres Tangsel. Dalam konferensi pers nya kepada para awak media pada Kamis (17/12/2020) siang, di Mapolres Tangsel, Wakapolres Tangsel Kompol Stephanus Luckyto Andri Wicaksono mengatakan bahwa Sigit meninggal akibat sakit yang diderita. Di mana awalnya tanggal 9 Desember sekira pukul 02.30 WIB, Sigit mengalami keluhan sesak nafas. Kemudian petugas membawanya ke rumah sakit untuk mendapat pelayanan medis.

“Sat Tahti (Tahanan dan barang bukti) dan Sat narkoba membawa tersangka ke RS swasta. Kita berikan perawatan, tersangka diberikan tindakan medis berupa oksigen tambahan. Selang dua jam pulang (ke tahanan), dan diberikan obat terkait keluhan sakitnya,” kata Kompol Stephanus Luckyto.

Lanjut Stephanus, keluhan serupa kembali dialami keesokan harinya, yakni tanggal 10 Desember sekira pukul 16.00 WIB. Sigit merasakan sesak di bagian dada hingga akhirnya petugas kembali membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat. Kondisi Sigit sempat membaik dan kembali dibawa ke sel tahanan.

Namun pada tanggal 11 Desember sekira pukul 03.00 WIB, Sigit mengalami keluhan sesak nafas kembali. Petugas pun lantas membawanya ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang untuk ditangani. Sayangnya Sigit dinyatakan telah meninggal dunia dalam perjalanan.

“Tersangka meninggal dunia, disampaikan meninggal sepertinya dalam perjalanan menuju rumah sakit,” terang Kompol Stephanus.

Penjelasan Polres Kota Tangsel soal meninggalnya Sigit Setiawan, seolah tidak memberikan jawaban apapun atas kecurigaan pihak keluarga. Pihak keluarga menduga, ada penganiayaan berat yang dialami Sigit Setiawan dalam tahanan hingga menyebabkan lebam dan luka bakar, bahkan hingga menimbulkan rasa nyeri di bagian dada.

“Kami akan mendalami informasi tersebut. Pada prinsipnya, Polres Kota Tangsel akan transparan dan bertanggung jawab atas penyebab kematian meninggalnya tersangka,” jelas Wakapolres.

Keterangan polisi yang menyebut jika Sigit Setiawan meninggal dalam perjalanan saat akan menjalani perawatan, bertolak belakang dengan keterangan pihak RSU Kabupaten Tangerang. Di mana dikatakan oleh pihak RSU Tangerang jika Sigit Setiawan diantar menggunakan mobil jenazah dalam kondisi sudah meninggal dunia pada 11 Desember sekira pukul 03.00 WIB.

“Iya, meninggal dikirim polisi kan. Bukan masuk ke IGD. Iya makanya dianter sama polisi, kalau begitu (masih hidup) masuknya ke IGD, bukan dianter ambulans jenazah,” ucap Kepala Instalasi Pemulasaraan Jenazah (IPL) RSU Tangerang, dokter Atot Ridwan, kepada Okezone, seperti dikutip MediaBantenCyber.co.id pada Selasa (22/12/2020).

Keterangan dari pihak RSU Kabupaten Tangerang tersebut, secara tidak langsung justru menyangkal keterangan Polres Kota Tangsel yang menyatakan, bahwa dinihari itu Sigit Setiawan dibawa dalam kondisi masih hidup untuk menjalani perawatan di IGD. Padahal begitu tiba di RSU Tangerang, kata Atot, Sigit telah dibawa menggunakan mobil ambulans jenazah dan langsung menuju ruang pemulasaraan, bukan ke fasilitas IGD.

“Waktu dibawa pakai ambulan jenazah, tapi ambulannya dari mana saya kurang tahu. Waktu itu sampai di RSU Tangerang sekitar jam 03.00 WIB, dan langsung dibawa ke ruang IPJ,” pungkas dokter Atot. (MBC/BTL)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close