Tuesday, October 20, 2020
Home > News > Public Service > Stop Nikahkan Anak di Bawah 19 Tahun

Stop Nikahkan Anak di Bawah 19 Tahun


Deputi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK Ghafur Dharmaputra, Wakil Wali Kota Tansel Benyamin Davnie, dan Kepala DPMP3AKB Kota Tangsel Khairati. (t7/Humas Pemkot Tangsel).

Banten-News| Public Service | Tangsel

Kementerian Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) tengah melakukan upaya pembatasan pernikahan di bawah umur sejak 2018 telah disepakati minimal usia jika ingin menikah adalah 19 tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Tujuannya, agar perempun jauh lebih produktif untuk meningkatkan perannya dalam pembangunan daerah.

Hal itu dikatakan Deputi Perlindungan Perempuan dan Anak Kemenko PMK Ghafur Dharmaputra dalam acara Peringatan Hari Ibu ke-91, di Aula Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Ciputat, Senin, 16 Desember 2019.

Ghafur mengimbau kepada orang tua untuk tidak menikahkan anaknya jika masih berusia di bawah 19 tahun.

”Orang tua yang di sini mengetahui usia anak di bawah 19 tahun, tapi dianggap sudah mampu menikah. Berhenti, jangan lagi ada anak menikah di bawah umur,” ujar dia dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, pemerintah daerah setempat memastikan peran perempuan dalam pembangunan daerah.

Salah satu yang sudah dilakukan adalah memastikan adanya aparatur sipil negara (ASN) perempuan minimal 30 persen di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.

Menurut Davnie, ada perkembangan signifikan terhadap peran perempuan saat ini di Tangerang Selatan. Belakangan, ibu rumah tangga di daerah itu dilatih berbagai macam keahlian, mulai dari melakukan kerajinan tangan sampai dengan meningkatkan kemampuan memasak makanan.

”Tujuannya, agar perempuan juga bisa meningkatkan peradaban ekonomi keluarga. Membantu beban suami atau laki-laki,” ujar Benyamin.

Dia menyebutkan, perempuan merupakan pilar utama dalam proses pembangunan daerah. Dia pun memotivasi kaum hawa agar menjaga dan tetap memaksimalkan peran tersebut, serta tidak merasa rendah diri.

”Sebab seorang perempuan adalah kunci dari kemajuan sebuah bangsa,” pungkas Benyamin. (t7)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close