Monday, January 25, 2021
Home > News > Crime & Law > Sindikat Negeria Penipu Via Medsos Dibekuk

Sindikat Negeria Penipu Via Medsos Dibekuk


Banten-News | Crime & Law | Tangerang Bandara

Sindikat penipuan dan penggelapan melalui media sosial (medsos) dengan modus rayuan dan ajakan berbisnis serta barang tertahan di kantor Bea Cukai terungkap.
Alhasil, tiga pria warga negara asing (WNA) asal Negeria dan dua wanita berhasil dibekuk Polresta Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.

Kelima tersangka yang diamankan polisi ini berinisial IAI, LRD, ACN, CJU dan EP. Namun, pria yang menjadi otak dari sindikat ini bernama IKECHUKWU alias Imanuel alisa Carlos Sanchez (WN Nigeria) masih buron alias DPO.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, sindikat penipuan dan penggelapan ini terbilang sabar, karena mereka paling cepat tiga bulan melakukan bujug rayu kepada korbannya barulah dilancarkan aksi penipuan.

“Awalnya berkenalan melalui Facebook (medsos, Red). Apabila korbannya laki-laki maka modus penipuannya diajak berbisnis, tetapi bila perempuan, mereka pacari. Sindikat itu melancarkan bujug rayunya melalui medsos kemudian WathsApp,” ujar Yusri yang didampingi Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Adi Ferdian, Kasat Reskrim Bandara Soetta, Kompol Alexander Yuriko dan Kabid P2 Bea Cukai Bandara Soetta, M Budi Iswantoro kepada rri.co.id di Mapolresta Bandara Soetta, Kamis (17/12/2020).

Tudak hanya para tersangka, sambung Yusri, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa puluhan kartu selular berbagai provider, buku tabungan dari bermacam-macam bank, handphone berbagai merk, paspor, KTP serta print hasil chat WhatsApp.

“Sindikat ini telah beraksi sekama satu tahun dan sudah banyak berhasil menipu korbannya, tidak hanya di Tangerang dan Jakarta, akan tetapi hampir seluruh wilayah Indonesia seperti Merauke,” terang Yusri.

Dia menegaskan, peran dari sindikat itupun berbeda-beda, ada yang sebagai otak kejahatan, kapten, pencari korban membuka rekening tabungan serta berpura-pura menjadi petugas Bea Cukai.

“Atas perbuatannya lima pelaku dijerat Pasal 378 KUHP, Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dan atau Pasal 28 ayat 1 UU No. 11 tahun 2008 tentang ITE Jo Pasal 45A ayat 1 UU No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 tahun 2009 tentang ITE dengan ancaman hukuman enam tahun penjara dan atau denda maksimal 1 milyar,” paparnya. (Aen/Mlt)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close