Thursday, June 17, 2021
Home > News > Journalism > Siasati Mafia Tanah, Lahan Kavling ‘Wartawan Tangerang” Dipasang Plang

Siasati Mafia Tanah, Lahan Kavling ‘Wartawan Tangerang” Dipasang Plang


Banten-News | Journalism | Tangerang Kabupaten

Mensiasati aksi mafia tanah menguasai lahan kavling wartawan di Desa Tipar Jaya, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, sejumlah wartawan dan mantan wartawan serta ahli waris akan memasang plang diatas lahan seluas 5.250 M2.

“Rencananya penancapan plang tanggal 14 Maret 2021 mendatang,” kata Haji Syamsul Bahri selaku panitia pemasangan plang.

Menurut Syamsul, Pemred online https://banten-news.com, pemasangan plang di blok timur ini penting sebagai tanda bahwa pemiliknya masih menguasai tanah tersebut. Disamping itu, untuk mengantisipasi adanya mafia-mafia tanah yang mungkin akan menguasai lahan milik insan pers ini.

Dia menjelaskan bahwa para wartawan yang tergabung dalam PWI Kabupaten Tangerang saat itu memperoleh dua bidang lahan dari Drs H Bunyamin MBA , pejabat Pemkab Tangerang dengan cara Hibah sekitar tahun 2001, yakni di Blok Timur luasnya 5.250 M2 dan Barat sekitar 6.500 M2 sudah memiliki SHM.

Wartawan Harian Tangerang Raya (Pokja WHTR) bersama senior Syafril Elain (ex-Koran Terbit), Syamsul Bahri (ex-Koran Pelita) dan Multa Fidrus (ex-The Jakarta Post) di Cikokol.

Pembuatan Akta hibah ditanda tangani Camat/PPAT Drs Uyung Mulyadi tanggal 24 Juni 2002 ,dan juga Drs H Bunyamin MBA selaku pemberi hibah. Saat itu Drs H Bunyamin MBA masih di Kabupaten Tangerang sebelum menjabat Bupati Serang. Beberapa wartawan yang mendapat kavling kemudian meningkatkan status kepemilikannya menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM). Ada juga yang tidak, bahkan ada akte hibah atas kepemilikan tanah itu hilang.

Lahan yang akan dipasang plang itu khusus SHM No 00095 seluas 5.250 M2 di dalamnya ada sekitar 20 kavling yang luasnya rata-rata 200 M2 itu untuk membuktikan bahwa lahan yang dikenal dengan blok Timur itu masih ada dan kuasai.

Kavling yang dibagikan kepada wartawan 18 tahun yang lalu itu berupa hamparan lahan kosong yang ditumbuhi tanaman liar. Bertahun-tahun lahan tersebut memang terlantar, artinya didiamkan saja sebagai lahan kosong. Baru belakangan beberapa wartawan pemiliknya meninjau lahan tersebut dan ternyata masih ada yang ditunjukan batas-batasnya oleh aparat desa dan kecamatan.

Marak adanya mafia tanah yang akhir-akhir ini diberitakan di media massa, membuat para wartawan dan nahli waris pemilik kavling berinisiatif membuat plang tanda lahan tersebut masih dikuasai mereka.

“Apalagi, di sekitar lahan itu sudah banyak berdiri perumahan yang dibangun developer, takutnya tanah kavling kita diserobot,”ujar Syamsul .

Saut R Raja Pasaribu, mantan wartawan Suara Karya bersama wartawan Ardi (redaksi24), Aen (RRI) dan Multa, banten-news.com).

Saut R Raja Pasaribu , mantan wartawan Suara Karya mengatakan, para wartawan dan mantan wartawan yang kini rata-rara sudah lansia dan bahkan diantaranya sudah almarhum mengharapkan agar Bupati Tangerang, Achmed Zaki Iskandar bisa membantu melegalitaskan lahan tersebut.

“Mari kawan kita selesaikan status kepemilikan lahan kavling sehingga tidak ada pihak lain yang berani mencapolok atau mengakui tanah miliknya,” ucap Saut Raja Pasaribu Karya dengan dialeg Medannya. (mlt)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close