Wednesday, January 27, 2021
Home > News > Infrastructure > Sering Banjir Karena Luapan Sungai, Kota Tangerang Akan Kirim Surat ke Menteri PUPR

Sering Banjir Karena Luapan Sungai, Kota Tangerang Akan Kirim Surat ke Menteri PUPR


Banten-News | Infrastructure | Tangerang Kota

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengaku akan mengirim surat ke Kementerian PUPR untuk melakukan koordinasi pencegahan banjir di Kota Tangerang.

“Kami minta koordinasi ke kementerian PU karena banyak kegiatan kewenangan (penataan sungai di) Pemerintah Pusat,” kata dia saat ditemui Kompas.com di Kantor Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin, 6 Januari2020.

Sebelumnya, Menteri Sosial Juliari pada Jumat (3/1/2020) lalu meninjau banjir di Perumahan Ciledug Indah, Kecamatan Karang Tengah.

Dalam kunjungannya Juliari menerima informasi bahwa banjir di Kota Tangerang sebagian besar disebabkan oleh luapan sungai baik dari Kali Angke maupun Cisadane.

“Kami Kemensos meninjau ke Kota Tangerang khususnya di Perumahan Ciledug Indah, Kecamatan Karang Tengah karena kami mendapatkan informasi bahwa ini salah satu daerah yang parah disebabkan oleh luapan debit air dari Kali Angke,” ujar Juliari ketika itu.

Atas dasar itulah Arief kemudian merasa perlu segera bersurat kepada Kementerian PUPR. Sebab, Pemerintah Pusat yang memiliki kewenangan penataan sungai, kata Arief, saat ini dalam kondisi sibuk karena bencana banjir di beberapa wilayah di Indonesia.

“Kalau nunggu pemerintah pusat, pemerintah pusat sekarang (atasi) banjir di mana-mana, kami enggak mau berdiam diri,” kata dia.

Itulah sebabnya Pemerintah Kota Tangerang mencoba menekan risiko bencana dengan membuat beberapa penataan di sepanjang sungai yang melewati Kota Tangerang.

“Mudah-mudahan kita diberikan untuk menanggulangi sementara walaupun itu kewenangan pusat. Sehingga hujan yang diprediksi tinggi sampai Februari bisa teratasi,” tutur Arief.

Adapun sebelumnya Arief mengaku sudah berupaya untuk mengurangi risiko banjir yang akan terjadi di kota yang dia pimpin tersebut.

“Sudah kami lakukan dari November kemarin, semua ditanggul, semua sudah diturap,” kata dia.

Akan tetapi, upaya tersebut ternyata belum berhasil. Padahal, kata dia, cara-cara seperti pembuatan turap dan tanggul berhasil melindungi wilayah Ciledug Indah selama empat tahun tanpa tersentuh banjir.

“Makanya pada kaget seperti di Ciledug Indah, 4 tahun enggak banjir, Pondok Arun Periuk Jaya. Sehingga tiba-tiba banjir dan cepat sekali (airnya),” kata dia. (kompas. com)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close