Monday, September 27, 2021
Home > News > Social Problems > #SemangatSalingBantu# Cerita Hasim & Sukir Saat Menerima Bantuan

#SemangatSalingBantu# Cerita Hasim & Sukir Saat Menerima Bantuan


Banten-News | Social Problems | Jakarta

Hasim (63), warga Rawajati, Jakarta Selatan, tidak pernah menyangka saat penglihatannya mulai kabur dimakan usia, ia kini terpaksa harus kehilangan satu-satunya mata pencaharian. Semua berawal sejak ia dan istrinya, Radinem (60), terinfeksi COVID-19 beberapa bulan lalu.

Sejak mereka berdua dinyatakan positif COVID-19, Hasim, yang sehari-harinya menyambung hidup dengan berjualan gas LPG berukuran tiga kilogram di rumah, terpaksa harus menutup kios kecilnya agar dia dapat melakukan isolasi mandiri bersama istrinya.

Hari demi hari berlalu, walaupun kondisi kesehatan mereka sudah mulai pulih, tetapi permintaan terhadap tabung gas yang mereka jual tidak kunjung pulih. Kini, pada usianya yang semakin renta, mereka hanya bisa berharap agar kondisi sulit ini bisa segera berlalu sembari menunggu bantuan masyarakat sekitar dan pemerintah.

Serupa, di tengah upaya pemerintah dan tenaga kesehatan dalam memerangi kasus angka kematian akibat COVID-19, Sukir (67), yang merupakan warga Sunter Jaya, Jakarta Utara, dan istrinya Sarmi (53) terpaksa harus dirawat di rumah sakit karena kondisinya kritis setelah terjangkit COVID-19. Selama satu bulan penuh menjalani rawat inap di rumah sakit, pasangan ini, terpaksa harus rela kehilangan upah harian yang biasa mereka peroleh dari hasil kepengurusan bank sampah.

Saat Sukir dan Sarmi berada dalam masa perawatan, Timbul Arianto sebagai tokoh penggerak KBA Sunter Jaya mengajak seluruh warga sekitar untuk mengulurkan tangan kepada mereka, mulai dari makanan, vitamin, serta berbagai dukungan lain tidak putus berdatangan selama mereka menjalani perawatan dan isolasi.

“Menurut warga, kita semua adalah satu bagian, sehingga memberikan pesan semangat dan sigap dalam mengulurkan tangan pada masa pandemi ini menjadi hal yang perlu dilakukan dalam membantu sesama,” ungkap penggerak KBA Sunter Jaya Timbul Arianto.

Beruntung, budaya gotong-royong yang sudah tertanam sejak dulu dan semakin kuat dengan adanya bantuan dari Gerakan Semangat Saling Bantu agar antarwarga lebih peduli dan saling menolong saat ada warga yang membutuhkan bantuan.

Hasim dan Sukir merupakan penerima bantuan berupa paket bahan pokok yang diserahkan oleh Nurani Astra ke berbagai wilayah di Indonesia. Paket bantuan yang ditujukan bagi warga kurang mampu yang terdampak pandemi ini diharapkan dapat membantu mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama beberapa waktu ke depan.

Lebih Dari 45.000 Paket Bantuan

Hingga kini, Astra secara bertahap telah menyerahkan lebih dari 45.000 paket bantuan yang terdiri dari 30.000 paket berupa makanan siap saji bagi pengemudi ojek online dan lebih dari 15.000 bantuan berupa bahan pokok makanan ke wilayah Jabodetabek diantaranya melalui 35 KBA.

“Kami selalu berupaya untuk saling bahu-membahu menyalurkan bantuan ke berbagai wilayah di Indonesia melalui jaringan yang dimiliki oleh Astra bagi masyarakat yang terdampak pandemi karena solidaritas menjadi hal penting yang dibutuhkan dalam menghadapi masa pandemi ini,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Riza Deliansyah.

Bantuan tersebut merupakan rangkaian dari penyerahan bantuan hasil konversi aktivasi gerakan #SemangatSalingBantu di media sosial yang diluncurkan Astra sejak 2 Agustus 2021 seiring dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia. (Rls-Multa)

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *