Wednesday, September 18, 2019
Home > News > Public Service > Sekda Buka Bintek Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Sekda Buka Bintek Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba


Banten-News | Public Service | Tangerang Kabupaten

Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka Bimbingan Teknis (Bintek) pencegahan penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkoba kegiatan dilaksanakan di Gedung Bola Sundul Pusat Pemerntahan Kabupaten Tangerang, Kamis, 5 September 2019.

Dalam sambutannya mengatakan, saat ini masalah narkoba sudah merambah ke semua lapisan masyarakat. Penyebarannya sudah hampir tak bisa dicegah, mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Dengan Bintek ini kita berharap bersama-sama mencegah agar generasi muda kita terbebas dari jeratan Narkoba secara masif,” ungkap Sekda.

Penyalahgunaan narkoba bisa membahayakan bagi keluarga, masyarakat dan masa depan bangsa karena dampak buruk dan bahaya penyalahgunaan narkoba berakibat secara fisik, mental dan sosial ekonomi baik pada diri pemakai, lingkungan maupun masyarakat luas.

“Untuk itu kita komitmen bersama pemerintah dan masyarakat, terus berupaya keras jangan pernah memberikan ruang bagi peredaran narkoba,” ujar Sekda yang memberikan komitmen bagi generasi muda diKabupaten Tangerang.

BNK Kabupaten Tangerang Dedi Sutardi menambahkan tujuan dan sasarannya yaitu mendorong tumbuh dan berkembangnya pemahaman bahaya narkoba dikalangan masyarakat selain itu menularkan pemahaman bagi Organisasi masyarakat agar lebih optimal dalam pencegahan.

“Bintek kali ini menggandeng Ormas, LSM, yang berkomitmen dalam penanggulangan pencegahan bahaya narkoba dikalangan masyarakat, agar menularkan kepada masyarakat bahaya Narkoba bagi generasi muda,” tutur Dedi Sutardi.

Sementara itu Kepala Badan Narkotika Nasional BNN Provinsi Banten Brigjen Polisi Tantan Sulistiana mengatakan, secara demografi dan geografi Banten dalam kondisi darurat Narkoba mengingat akses yang sangat terbuka dimiliki Banten.

“Banten memiliki garis pantai yang mencapai 500 mil dengan akses darat menghubungkan Kepulauan Jawa dan Sumatera juga Bandara, sehingga banyak celah untuk menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan Narkoba,” terangnya.

Tantan mengakui sejumlah titik di Banten menjadi lintasan dan transit Narkoba, namun di sebagian wilayah lain sempat ditemukan sudah menjadi wilayah produksi Narkoba.

“Tangerang dan Tangsel menjadi wilayah transit juga lintasan, sedangkan di Serang dan Lebak pernah di temukan produksi Narkoba,” paparnya.

Dalam Bimtek ini, turut dihadiri oleh Wakapolresta Kota AKBP Komarudin sebagai pemberi materi, dalam pematarannya orang nomor dua di tubuh Polresta Tangerang ini mengakui peredaran Narkoba sudah sangat menghawatirkan.

“Dari 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang 19 kecamatan bisa menyumbang 222 kasus narkoba jadi nyaris setiap hari ada satu kasus pengungkapan narkoba,” tutupnya. (Skj/info)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close