Sunday, April 18, 2021
Home > Life > Environment > Rizal Bawazier Usulkan Sistem Pengolahan Ala Jerman di TPA Tangsel

Rizal Bawazier Usulkan Sistem Pengolahan Ala Jerman di TPA Tangsel


Banten-News | Environmet | Tangsel

Musibah Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Kecamatan Serpong, Tangsel, longsor hingga nyaris menutupi Kali Cisadane.

Dari foto yang beredar luas, tumpukan sampah menutup sebagian besar lebar kali Cisadane. Akibat longsoran, sampah TPA Cipeucang mengalir bebas mengotori sungai Cisadane meski dalam tahap perbaikan.

Aktivis dari Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (YAPELH), Ade Yunus pun telah mengatakan sampah longsor yang mengotori sungai Cisadane merupakan petaka sampah yang diakibatkan kelalaian dan salah pengelolaan sampah dan dua tahun yang lalu sudah pernah diminta agar segera ditutup karena kondisinya sangat mengkhawatirkan.

Sedangkan Rizal Bawazier, salah satu tokoh publik yang calon Walikota Tangerang Selatan berkomentar terkait masalah sampah Cipeucang ini harus mengikuti pengolahan luar negri seperti negara Jerman.

“Pengaturan sampah itu harus dengan teknologi canggih, tidak bisa tidak, jangan berpikir panjang mengenai biayanya yang tinggi. Apalagi daerah Kota Tangerang Selatan bukan seperti Kabupaten Tangerang atau Kabupaten Bogor yang masih mempunyai lahan-lahan tanah yang luas, contohnya saja seperti Jerman,” pungkasnya.
 
Dirinya pun mengalurkan seperti sampah dikumpulkan oleh petugas kebersihan. Kita kasih tunjangan yang lebih untuk petugas kebersihan supaya aktif dan cepat pungut sampah-sampah. Setiap malam harus angkut sampah, lalu sampah diangkut ke sebuah kawasan.

Kawasan tersebut berbentuk bangunan-bangunan dengan cerobong asap seperti pabrik pembakaran sampah. Semuanya dibakar dalam satu bangunan dengan suhu 1.000 derajat celcius atau lebih selama 7 hari dalam seminggu atau bisa dikatakan terus dilakukan tanpa henti.

“Sampah yang dibakar berubah menjadi panas dan energi terbarukan yang menghidupkan, berupa listrik atau batubara. Tinggal pilih teknologinya mau jadi apa hasil akhirnya. Hasil uap pembakaran sampah akan disaring kembali juga dengan teknologi canggih dan akan dikeluarkan sebagai udara bersih yang bisa dihirup oleh masyarakat sekitar,'” ungkap pria pembisnis sukses ini.

Persoalan sampah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi semakin pelik. Lokasi penampungan yang ada seperti TPA Cipeucang telah overload. Sementara pasokan sampah terus dikirim tanpa henti. Tak heran.

Menurut Rizal, pengelolaan sampah harus dikerjakan dari hulu hingga hilir. Misalnya saja, kebijakan di tingkat bawah haruslah memperhatikan pula nasib pekerja petugas sampah. Lalu di tingkat atas, bagaimana menyediakan kawasan terpadu yang didesain sebagai tempat akhir membakar habis seluruh sampah itu.

Diketahui produksi sampah rumahan di Kota Tangsel meningkat hingga 20 ton saat perayaan lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah.  Jika pada hari biasa, produksi sampah rumahan hanya berkisar pada angka 50 hingga 70 ton. Total produksi sampah secara keseluruhan di Kota Tangsel mencapai 300 ton per hari.

Jumlah itu diperoleh dari berbagai sumber utama seperti pemukiman dan pasar, selebihnya berasal dari kawasan komersial, restoran, hotel, perkantoran, dan sebagainya.

Di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 3 saat ini, produksi sampah di Kota Tangsel mengalami peningkatan antara 5 hingga 10 persen. 

Sebelumnya, Kasie Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup, Rastra Yudhatama menerangkan jika lebaran kemarin yang meningkat hanya sampah rumahan, jumlahnya sekira 10 sampai 20 ton.

“Kalau sebelumnya pada hari biasa itu jumlahnya hanya antara 50 hingga 70 ton perhari, kemarin totalnya menjadi hampir 100 ton,” terang Yudhatama.

Peningkatan volume sampah rumahan terjadi lantaran aktivitas masyarakat saat PSBB lebih banyak berdiam diri di rumah. Dari 7 Kecamatan yang ada di Kota Tangsel, Pondok Aren dan Ciputat merupakan daerah yang tingkat produksi sampah rumahannya paling tinggi.

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close