Saturday, April 17, 2021
Home > News > Democracy > Rizal Bawazier Siapkan Perjuangan Politik Maju di Pilkada Tangsel

Rizal Bawazier Siapkan Perjuangan Politik Maju di Pilkada Tangsel


Banten-News | Democracy | Tangsel

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terpaksa tertunda akibat wabah Covid-19. Jika tak ada aral melintang, maka proses pemilihannya akan berlangsung pada bulan Desember 2020.

Terjun ke dunia politik menjadi Walikota Tangerang Selatan(Tangsel) adalah untuk membawa angin segar perubahan demokrasi dan birokrasi di kota dengan bermottokan cerdas moden dan religius tersebut dan targetkan sukses membangun Tangsel lima tahun.

Dengan berkeyakinan masyarakat Tangsel lebih maju dan akan lebih cerdas menyikapi persoalan kehidupannya untuk memiliki pemimpin yang benar-benar di harapkan membawa perubahan.

Salah satu kandidat bakal calon yang akan maju bertarung adalah Rizal Bawazier (RB), pengusaha berdarah campuran Lengkong Kyai, Serpong-Yaman. Dia kini tengah melakukan penjajakan kepada partai politik guna mendukung pencalonannya itu.

Bakal calon yang merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan kabarnya bakal diusung oleh partai tersebut merasa optimis dapat menguasai Pilkada Tangsel 2020.

Meski menyandang sebutan pendatang baru dalam kancah politik di Kota Tangsel, namun tekad kuat Rizal mengusung cita-cita perubahan mendongkrak namanya di antara kandidat yang lain. Tujuannya hanya satu, membangun Tangsel sekaligus memajukan masyarakatnya.

Rizal terlihat begitu menonjol dalam pemaparan soal pembangunan Backgroundnya sebagai pengusaha corporasi, memiliki andil besar dalam setiap pandangan yang dikemukakan.

“Saya akan bangun Tangsel 3 tahun dengan program yang sudah susun. Membuka 50 ribu lapangan kerja pertahun dengan Skill Development Centre, pemerataan pembangunan di semua Kecamatan, normalisasi sungai-sungai, pengelolaan sampah secara modern, serta gagasan lainnya yang sudah saya pikirkan,” kata Rizal  di Pamulang, Tangsel, Minggu (17/5/2020).

Dengan konsep yang dimiliki, Rizal sadar hal itu tidaklah cukup membuat perubahan. Perlu kerja keras mewujudkannya, yakni dengan jalur perjuangan politik yang suci. Tantangannya, seberapa kuat komitmen itu diuji dengan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang selalu hadir membayangi tampuk kekuasaan.

“Itu tekad saya, dan pasti tidak mudah. Tentunya harus dengan kerja keras, memberantas korupsi dan pungli di segala bidang, termasuk memberdayakan tokoh-tokoh agama dan masyarakat. Sehingga membantu menciptakan Kota Tangsel yang benar-benar maju dan modern,” imbuhnya.

Menurut dia, mewujudkan seluruh konsep dan gagasan itu memerlukan partisipasi dari masyarakat sebagai subjek perubahan. Dengan begitu, pemerintah sebagai pemegang kekuasaan tak memiliki jarak dengan rakyat yang dipimpinnya.

“Saya yakin, tidak sulit kalau semua unsur tokoh-tokoh agama dan masyarakat dilibatkan dalam pembangunan Kota Tangsel,” ucapnya.

Jika takdir ilahi sejalan dengan ikhtiarnya menjadi wali kota, maka Rizal berjanji tak akan membangun dinasti politik yang haus kekuasaan.

Dia optimis, memimpin 1 periode sudah cukup menciptakan perubahan penting di Kota Tangsel. Selanjutnya, Rizal bertekad mengabdikan diri memimpin Ibu Kota Jakarta.

“Setelah pelayanan di Kota Tangsel menjadi maju dan modern, maka saya akan bertarung ke DKI Jakarta tahun 2024. Itu tekad saya jika diberi kepercayaan menjadi wali kota saat ini,” ucapnya.

Dia berharap, Pilkada Tangsel berlangsung bersih sesuai ketentuan tanpa dikotori money politic dan suap. Sehingga, pada akhirnya Pilkada mampu melahirkan pemimpin sejati yang mendahulukan kepentingan rakyat.

“Jika prosesnya sama-sama dilalui sesuai aturan, bersih, transparan, maka hasilnya pun akan sesuai harapan masyarakat,” katanya.

Rizal pun berharap Pilkada Kota Tangsel berlangsung sesuai harapan warga untuk melahirkan pemimpin yang lebih merakyat.

Namun demikian, di tengah situasi Pandemi Covid-19, dirinya tetap memprioritaskan keselamatan masyarakat dari pada memikirkan Pilkada dan Pilkada sudah ada yang mengaturnya yaitu KPU. Rizal juga memuji kinerja Pemerintah Tangsel saat ini dalam menangani wabah Corona ini.

Tentunya harus dibarengi dengan kerja keras, bersih dari korupsi dan pungli di segala bidang, termasuk memberdayakan tokoh tokoh agama dan masyarakat untuk membantu menciptakan Tangsel yang benar-benar maju dan modern secara umum di seluruh 7 Kecamatan : Ciputat, Ciputat Timur, Serpong, Serpong Utara, Pondok Aren, Setu dan Pamulang.

“Saya yakin semua dapat berjalan kalau semua unsur, pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama dan tokoh masyarakat bekerja bersama dalam pembangunan Tangsel,” tambahnya.

Setelah Tangsel maju dan modern di seluruh Kecamatan, saya akan ke DKI Jakarta tahun 2024. Itu tekat saya jika diberi kepercayaan menjadi Walikota Tangsel. 

“Saya berharap Pilkada Kota Tangerang Selatan 2020 berlangsung sesuai harapan warga melahirkan pemimpin yang lebih merakyat dan mengutamakan seluruh kepentingan warga,” pungkasnya.

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close