Sunday, February 25, 2024
Home > News > Healt > Refleksi Hari Ibu: Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Ibu

Refleksi Hari Ibu: Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Ibu


Banten-News | Health | Jakarta

Oleh : Eni Yuwarni (Pengamat Healthcare)

“Kata yang paling indah di bibir umat manusia adalah kata ‘ibu’. Ini adalah kata yang penuh harapan dan cinta, kata manis dan baik yang keluar dari kedalaman hati”. Khalil Gibran.

Hari ibu di Indonesia diperingati pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya. Momen ini diperingati untuk menghormati dan mengenang jasa para wanita yang telah menjadi seorang ibu. Tema yang diusung pemerintah dalam perigatan Hari ibu yang ke 94 tahun pada tahun ini adalah “Perempuan Berdaya Indonesia Maju” yang dirilis melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).

Logo Peringatan Hari Ibu ke-94 Foto: dokumen KemenPPPA seperti yang kita ketahui, ibu adalah orang pertama yang memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya. Sosok yang sangat berharga dalam keluarga, sosok superhero, dan sangat multitasking. Peran ibu sangatlah besar bagi keluarga dan hidup kita. Bagaimana seorang ibu bisa punya energi mental yang cukup, semangat dan antusias setiap berinteraksi dengan anak?.

Bagaimana ibu bisa mengasuh anak dengan berkualitas jika seluruh pekerjaan rumah tangga, membersihkan rumah, memasak, bekerja dan lainnya dilakukan seorang diri tanpa support system? Masalah kesehatan mental menjadi hal yang tidak bisa dianggap remeh. Mayoritas gangguan pada kesehatan mental ini berdampak besar pada perempuan.

Hal semacam ini bisa terjadi pada ibu rumah tangga dan bekerja yang rentan alami stres dan depresi. Dilansir dari web resmi Kementerian Kesehatan, stres adalah keadaan ketika seseorang mengalami tekanan yang sangat berat, baik secara emosi maupun mental sedangkan depresi merupakan gangguan suasana hati yang menyebabkan penderitanya terus menerus merasa sedih. Berbeda dengan kesedihan biasa yang umumnya berlangsung selama beberapa hari, perasaan sedih pada depresi bisa berlangsung hingga berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

Perpektif gender dan feminisme merupakan permasalahan yang selalu dikaitkan dengan perempuan, begitu juga dengan budaya patriarki yang banyak memberikan tuntutan dan tekanan pada perempuan, khususnya ketika sudah punya anak dan menjadi seorang ibu tanpa melihat secara reflektif “Apakah ibu sudah cukup waktu untuk melakukan self care secara berkala supaya tetap mempunyai energi untuk mengasuh anak dengan kualitas mental, emosi psikologis yang prima”?

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Mental Ibu?

Sangat penting menjaga kesehatan mental ibu, ketika sudah lelah seorang ibu sebaiknya tidak memaksakan diri untuk melakukan semua pekerjaan sendirian. Dilansir dari berbagai sumber berikut beberapa cara sederhana namun berdampak besar untuk tetap menjaga Kesehatan mental ibu:

Me Time

Memiliki waktu yang berkualitas saat beristirahat untuk menghindari diri dari rutinitas yang monoton, sangat lah penting untuk menjaga kesehatan mental ibu. Ibu tidak perlu merasa bersalah saat melakukan me time, me time sering dianggap adalah aksi egois, merawat keluarga itu penting, namun jangan lupa untuk merawat diri sendiri. Luang kan waktu untuk melakukan hal-hal yang ibu senangi. Me time pun tidak perlu keluar rumah dan bisa dilakukan dengan biaya minimal. Seperti, menonton film favorit dirumah, makan mie instan, minum kopi ataupun tidur karena tidur mempunyai peran penting dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh, baik fisik maupun psikis.

Dukungan Dari Suami

Dukungan suami berperan besar terhadap kesejahteraan dan kesehatan mental ibu, maka ibu harus membuka diri untuk sharing perasaan yang dialami, sehingga ibu dan suami bisa mencari solusi. Misalnya mengajak suami berbagi tugas bersama untuk menjaga anak, membantu mengurus pekerjaan rumah tangga, hingga menyewa jasa asisten rumah tangga atau pengasuh anak.

Olahraga

Olahraga juga diketahui dapat meningkatkan mood dan kesejahteraan emosional. Sejumlah penelitian telah merekomendasikan olahraga sebagai salah satu aktivitas untuk menjaga suasana hati dan membantu tubuh memproduksi hormon pemicu rasa Bahagia.

Bertemu Teman

Kehadiran teman akan mengurangi rasa kesepian yang biasa dialami ibu, bisa bertemu langsung atau sekedar berbincang-bincang dengan teman melalui chat atau telepon.

Konsultasi ke Psikolog

Jika ibu merasa stres dan depresi berkepanjangan dan tidak dapat diatasi seorang diri, maka jangan ragu untuk mengunjungi psikolog atau psikiater.
Melalui psikolog atau psikiater, ibu bisa mendapatkan perawatan mental yang lebih akurat, termasuk melakukan terapi atau konsumsi obat tertentu. Ibu juga bisa mengajak suami untuk mendapatkan saran mengenai pengasuh anak hingga cara menjaga keharmonisan rumah tangga.

Menjaga Kesehatan mental sangat penting dilakukan setiap ibu. Ingatlah bahwa saat mental terjaga, segala urusan juga bisa lancar dan lebih baik. Karena ibu tidak pernah lelah untuk menyayangi, mendidik dan menjaga kita. Oleh karena itu layak bagi kita semua untuk mengapresiasi sosok ibu dengan melakukan refleksi atas peran dan perjuangannya dalam mengayomi keluarga. (Bn)

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *