Tuesday, September 29, 2020
Home > News > Business > Proyek Pasar Ciputat, Komisi III DPRD Tangsel: Ini Renovasi Bukan Revitalisasi

Proyek Pasar Ciputat, Komisi III DPRD Tangsel: Ini Renovasi Bukan Revitalisasi


Banten-News | Business | Tangsel

Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Zulfa Sungki menilai Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) keliru soal memahami revitalisasi Pasar Ciputat.

Zulfa menyatakan bahwa Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel hanya merenovasi bangunan Pasar Ciputat, bukan merevitalisasi.

“Bukan revitalisasi, tapi renovasi. Kepala Bidang (Kabid) juga ngomongnya itu renovasi. Karena kalau revitalisasi, anggarannya pasti diatas Rp.100 miliar, karena rombak dari awal,” kata Zulfa saat dikonfirmasi di Kantor DPRD Kota Tangsel, Senin, (6/7/2020)

Zulfa pun menyampaikan bahwa, retribusi pedagang selama relokasi di Plaza Ciputat, tidak semuanya dikuasakan oleh pihak Plaza. Pihaknya mengingikan adanya pembagian hasil retribusi pedagang saat Pasar Ciputat direnovasi.

“Ya, saat pedagang direlokasi, kan ada retribusi di Plaza Ciputat, mereka (pihak Plaza Ciputat) maunya retribusi pedagang masuk ke mereka semua. Kita ngga mau, kita tekan Disperindag agar retribusi itu 50:50 sama Pemkot. Kan kita yang bayar sewa lapak pedagang, selama Pasar Ciputat direnovasi,” tegas Zulfa.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Disperindag Kota Tangsel Maya Mardiana menyatakan bahwa pihaknya akan merevitalisasi Pasar Ciputat pada pertengahan Juli ini.

“(revitalisasi Pasar Ciputat) Di bulan Juli pertengahan. Pemidahan ke Plaza Ciputat sampai bangunan pasar yang di revitaliasi siap dipakai kembali. Paling lama 10 sampai 12 bulan. Sampai (lokasi usai revitalisasi) benar-benar smua selesai (pedagang) kembali ke tempat pasar,” kata Maya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Maya menyatakan, sempat terjadi penolakan dari pedagang yang akan direlokasi. Namun, tambahnya, setelah melakukan pendekatan persuasif, para pedagang akhirnya mengikuti keinginan Pemkot.

“Penolakan sementara ini tidak ada, walau awalnya ada yang mau revitalisasi tapi tetap mau disitu aja sambil direvitalisasi, tidak mau pindah. Tapi setelah dijelaskan bahwa itu tidak dmungkinkan (bertahan sambil direvitalisasi) selain (karena) tidak optimal untuk kualitas (bangunan), efektifitas waktu juga tentunya. Jika pedagang bertahan pada saat direvitalisasi, tentunya berkaitan dengan keselamatan kerja,” tambah Maya. (tangerangraya.net)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close