Friday, December 2, 2022
Home > News > Crime & Law > Polsek Serpong Buru Pelaku Main Hakim Sendiri Diamuk Massa Hingga Satu Orang Tewas

Polsek Serpong Buru Pelaku Main Hakim Sendiri Diamuk Massa Hingga Satu Orang Tewas


Banten-News | Crime & Law | Tangsel

Seorang pria bernama Muhamad Basri (37) menjadi korban amuk massa dan main hakim sendiri di Jalan Wana Kencana, Sektor 12, Ciater, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). Akibat luka yang dialami pria asal Aceh tersebut tewas dengan sangat mengenaskan dengan kondisi sekujur tubuh bermandikan darah.

Peristiwa nahas tersebut berlangsung pada Jumat 8 Mei 2020 dini hari, sekitar pukul 00.21 WIB. Basri yang disebutkan berada di dalam sebuah minimarket, dipaksa keluar oleh sekelompok massa karena dituduh berupaya membegal pengendara sepeda motor.

Entah siapa yang memulai, sahut-menyahut teriakan maling dan begal membelah keheningan malam. Spontan kerumunan massa berdatangan ke lokasi seraya mengejar keberadaan Basri yang terlihat masuk ke dalam minimarket.

Sesaat kemudian, Basri ditarik keluar minimarket, lalu dianiaya tanpa henti. Kejadian itu sempat viral melalui unggahan video yang tersebar di media sosial. Dalam cuplikan video terlihat, Basri hanya terdiam lemas tak berdaya dengan kondisi tubuh penuh luka akibat amukan massa dan main hakim sendiri tersebut.

Tak beberapa lama kemudian pihak kepolisian dari Polsek Serpong datang. Beberapa saksi dan 2 remaja yang mengaku hendak dibegal turut berada di lokasi. Dengan kondisi luka parah, petugas lantas membawanya ke rumah sakit, namun rupanya dalam perjalanan Basri telah menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Guna memastikan apa yang sebenarnya yang terjadi dilapangan, karena MediaBantenCyber.co.id mendapat informasi yang beredar simpang siur. Satu sisi, ada keterangan dari 2 orang remaja berinisial RI (17) dan Al yang mengaku akan dibegal oleh Basri. Di sisi lain, beberapa komunitas primordial Aceh menyebut Basri korban salah sasaran.

Kapolsek Serpong, AKP Supriyanto, menuturkan kronologis kejadian. Disebutkan jika ada pelapor berinisial RI yang mengaku diminta menyerahkan sepeda motor berikut kunci kontaknya oleh Basri di lokasi. RI yang berboncengan dengan Al, lantas meneriaki Basri sebagai maling dan begal.

“Pelapor ini mengaku diminta sepeda motornya oleh MB (Muh Basri). Terus diteriaki maling, si MB ini kemudian lari ke arah Indomaret. Pelapor mengaku jika si MB ini berdua saat kejadian, tapi berpencar saat melarikan diri. Yang ketahuan si MB ini, dia masuk Indomaret,” kata Kapolsek Serpong, Sabtu (09/05/2020) siang.

Amuk massa dan main hakim sendiri tak terbendung, diduga ada ratusan orang yang berdatangan menghampiri Basri. Bahkan pengendara yang melintas, sempat berhenti dan ikut memukuli korban. Meski ditenangkan oleh ketua RW dan sekuriti setempat, namun aksi main hakim sendiri terus berlanjut.

“Kalau menurut saksi-saksi, ada ratusan orang. Karena semua kumpul di sana, ada pengendara yang lewat juga ikutan berhenti karena menduga MB ini sebagai pelaku begal,” imbuh Supriyanto.

Polisi sendiri tak mendapati jika Basri membawa senjata tajam. Hal itu lah yang membuat janggal, lantaran pada umumnya pelaku begal selalu memersenjatai diri dengan senjata tajam, bahkan senjata api rakitan.

“Nggak ada senjata tajam. Tapi memang kita menemukan ada satu kunci leter T di dompetnya,” jelas dia.

Polisi sendiri enggan menyimpulkan apakah Basri benar berupaya melakukan pembegalan terhadap RI dan Al. Menurut Kapolsek, yang ditangani petugas saat ini adalah fakta hukum di lapangan. Dikatakannya, saat ini sudah 1 orang penganiaya Basri ditahan.

“Kita intinya memproses fakta hukum di lapangan. Kita nggak mau bilang korban ini salah sasaran atau bagaimana, tapi yang pasti sudah 1 orang yang kita tahan, perannya menyusul kita sampaikan. Barang buktinya itu rekaman video yang beredar, kan kelihatan siapa saja yang main hakim sendiri, lalu ada pula kabel yang digunakan mengikat MB kita sita,” ucap Supriyanto.

“Kan bisa aja misalnya ada orang ribut di jalan antara si A dan B. Terus si A kesel, lalu teriakin si B ini maling atau begal, kemudian si B dikeroyok massa, bisa saja kan?. Nantilah untuk detailnya kita sampaikan, apakah akan dirilis atau bagaimana kejadian ini,” ujarnya.

Sementara saat MediaBantenCyber.co.id  mengkonfirmasi Aliansi Pemuda Aceh-Jakarta, organisasi primordial yang mengawal kasus tewasnya Basri oleh amukan massa dan main hakim sendiri tersebut, diperoleh keterangan berbeda mengenai kronologis malam kejadian.

“Basri ini profesinya sebagai sopir cargo, bawa barang. Nah malam itu, mobilnya diparkir di kantornya dekat lokasi kejadian. Dia memang beritahu temannya mau beli rokok ke minimarket, dia nggak bawa apa-apa karena handphonenya dichas di kantor,” terang Nazarullah, Ketua Aliansi Pemuda Aceh-Jakarta.

Ditambahkan oleh Nazar bahwa, saat dikepung oleh massa sebenarnya Basri telah mencoba menjelaskan bahwa dia tidak tahu-menahu dengan tuduhan begal. Beberapa saksi lain juga turut melerai, namun upaya demikian tak digubris. Pukulan serta tendangan terus mendarat di sekujur tubuh pria beranak 1 tersebut.

“Dari saksi-saksi yang lain itu kan melihat, dia coba jelaskan dia bukan maling motor. Tapi tetap aja dipukulin, terus diseret dan diikat. Kita desak kepolisian usut semua pelaku yang menganiaya ini, videonya kan ada. Kita juga sudah bertemu pihak kepolisian, bahwa kasus ini harus tuntas,” tegasnya.

Pihak Aliansi Pemuda Aceh-Jakarta juga menyesalkan, ada beberapa media yang sudah memberitakan bahwa Basri adalah pelaku begal, tanpa mengecek kebenaran dari berbagai pihak. Maka dari itu, pihaknya akan meminta klarifikasi dari media terkait untuk meluruskan pemberitaan tersebut.

“Hari ini kita akan ke kantor salah satu media di jakarta, kita minta klarifikasi pemberitaan soal ini. Jadi jangan bersumber dari satu pernyataan di lapangan saja, harus ditelusuri dulu kebenarannya,” pungkasnya. (BTL)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.