Monday, December 6, 2021
Home > News > Crime & Law > Polresta Tangerang Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Bina Kusuma Maung

Polresta Tangerang Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Bina Kusuma Maung


Banten-News | Crime & Law | Tangerang Kabupaten

Jajaran Polresta Tangerang Polda Banten melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Bina Kusuma Maung 2021 di Lapangan Apel Gedung Presisi Polresta Tangerang, Rabu (10/11/2021). Apel itu diikuti 54 personel Polresta Tangerang dan 15; personel Satpol PP Kabupaten Tangerang.

“Operasi Bina Kusuma Maung 2021 dilaksanakan dalam rangka menekan gangguan kamtibmas khususnya preman, dan premanisme, anak sekolah, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap perempuan dan anak, perkelahian antar kelompok masyarakat L, dan pencegah penyakit masyarakat,” kata Wakapolresta Tangerang AKBP Leonard M Sinambela yang menjadi inspektur apel.

Sebagai penyangga Ibu Kota dan etalase Polda Banten, Polresta Tangerang akan selalu menjadi sorotan. Terutama yang berkaitan dengan masalah gangguan kamtibmas. Oleh karena itulah, Operasi Bina Kusuma Maung digelar mulai tanggal 10 November 2021 hingga 24 November 2021 atau selama 15 hari.

“Operasi Bina Kusuma Maung lebih mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif guna menciptakan stabilitas kamtibmas yang dinamis dan kondusif,” ucapnya.

Leonard kemudian menyampaikan arahan dari Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro. Mengenai target operasi yakni orang yaitu pelaku premanisme, PSK, gelandangan, pengemis, produsen, pengedar, dan pemakai minuman keras. Serta pelaku tindak pidana ringan.

Kemudian benda, yaitu senjata api, senjata tajam, minuman keras, mesin pembuat minuman keras, alat komunikasi yang berkaitan dengan tindak pidana, barang bukti, serta dokumen lain yang berada di lokasi tindak pidana.

Selanjutnya adalah tempat, yaitu terminal, pasar, rumah, hotel, tempat hiburan malam, warung yang digunakan menjual minuman keras, dan tempat keramaian lain atau tempat yang digunakan untuk berjudi atau prostitusi.

“Sasaran selanjutnya adalah kegiatan yaitu pemalakan, pengancaman, gangguan keamanan, mengeksploitasi PSK, dan gepeng, penjualan minuman keras liar, dan tawuran antar kelompok masyarakat,” pungkas Leonard. (Red/Red-BN)

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *