Saturday, May 15, 2021
Home > News > Crime & Law > Polisi Tangkap 5 Warga India Yang Lolos Masuk Soetta Tanpa Karantina

Polisi Tangkap 5 Warga India Yang Lolos Masuk Soetta Tanpa Karantina


Lima WN India masuk via Soetta tanpa karantina ditangkap polisi.

Banten-News | Crime & Law | Tangerang Bandara

Polisi menangkap lima warga negara India yang lolos masuk via Bandara Soekarno-Hatta tanpa prosedur karantina. Kelimanya diamankan di lima tempat terpisah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan total ada tujuh WN India yang tiba pada Senin (26/4/2021), namun hanya lima yang berhasil diamankan, sementara sisanya masih dalam pengejaran. Kelima WN India itu berinisial SR (35), CM (40), KM (36), PN (47), dan SD (35).

“Yang kita amankan kemarin itu ada satu di Polda metro WNI yang datang dari India. Kemudian juga diungkap oleh teman-teman Polresta Bandara Soetta mengungkap lagi lima laporan polisi dengan indikasi dugaan ada sekitar 7 (WN India) tersangka, tapi lima sekarang sudah jadi tersangka, dua ini masih kita bersama-sama berkolaborasi dengan teman-teman dari imigrasi untuk mengejar yang dua lagi,” kata Yusri saat jumpa pers di Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (28/4/2021).

Yusri menuturkan modus yang dilakukan kelima tersangka tidak berbeda dengan modus JD, WNI yang baru pulang dari India. Mereka lolos masuk Bandara Soekarno-Hatta tanpa melewati karantina menggunakan jasa joki.

“Modus operandinya sama semua, nanti ada jokinya yang akan mengurus mulai dari dia turun dari pesawat langsung ada yang menunggu di situ,” tuturnya.

Yusri menjelaskan, saat melewati tahap satu, para WN India yang tiba itu didampingi oleh pelaku mafia karantina dan berhasil lolos. Tahap satu yang dilewati adalah pemeriksaan kesehatan hingga pengambilan barang.

“Tahap pertama pemeriksaan yang dikatakan pemeriksaan mulai dari turun kemudian masuk mengisi formulir ECAH kemudian masuk menuju konter pemeriksaan THAC juga sampai masalah swab dan PCR dari sana, masuk ke loket Satgas, dari Satgas menuju konter imigrasi sampai dengan di area pengambilan barang sampe dengan pintu keluar itu tahap satu namanya,” ujarnya.
“Yang terjadi adalah di tahap satu sudah lewat didampingi oknum ini tersangka ini di sini ada beberapa orang yang membantu di sini untuk jadi calonnya dengan bayaran beraneka ragam, ada yang Rp 6 juta, Rp 6,5 juta, Rp 7,5 juta per orang,” sambungnya.

Pada tahap kedua, Yusri mengatakan para WNA India itu tidak masuk ke bus DAMRI yang telah disediakan untuk menuju hotel tempat karantina, melainkan menaiki mobil taksi yang disiapkan pelaku hingga akhirnya bisa lolos.

“Setelah itu, masuk tahap dua, disiapkan kendaraan DAMRI. Untuk pengangkutan berangkat ke hotel yang dirujuk ke tahap kedua. Masuk ke tahap kedua ini ada indikasi lagi inisialnya GC, dia yang meng-upload, dia yang masukan database, misalnya namanya VCJ, diatur masuk yang dirujuk misal Hotel Holiday Inn, dia masukan ke situ sehingga terdata di database satgas yang ada di Bandara bahwa VJC itu nanti diisolasi di Holiday Inn. Terus ke mana si VJC? Bukan dimasukkan ke bus DAMRI, tetapi sudah siap mobilnya di sana sudah siap dia naik taksi bisa pulang, itu yang terjadi. Tahap ketiga adalah di tempat hotelnya di karantina,” ujarnya.

Ketujuh WN India itu menumpangi pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ988. Pesawat itu terbang dari India menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan mafia karantina di Bandara Soetta kini memang tengah diusut oleh polisi. Empat orang telah ditetapkan tersangka dari lolosnya JD, WNI dari India masuk ke Indonesia tanpa melewati protokol kesehatan.

Selain kasus tersebut, polisi kini tengah mengusut kelompok lain dengan modus sejenis yang diduga berhasil meloloskan warga negara asing masuk ke Indonesia tanpa prosedur protokol kesehatan. (Foto & Article dari Hms Polresta Soetta/detik.com)

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close