Sunday, May 16, 2021
Home > News > Crime & Law > Polisi Bandara Soetta Gagalkan Penyelundupan Ekspor Benih Lobster

Polisi Bandara Soetta Gagalkan Penyelundupan Ekspor Benih Lobster


Banten-News | Crime & Law | Tangerang Bandara

Jajaran Polresta Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Bandara Soekarno Hatta berhasil menggagalkan penyelundupan benih bayi lobster di Apron 8 Terminal Kargo Bandara Soetta, Benda, Kota Tangerang.

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Alexander Yurikho mengatakan kasus ini terungkap setelah mendapat informasi akan adanya pengiriman diduga benih lobster di Area Apron 8 (Landasan) Terminal Kargo Bandara Soekarno Hatta.

“Berdasarkan hal itu, tim langsung melakukan penyelidikan dan setelah itu kita geledah didapati ada sebanyak 34 box styrofoam warna putih berisi benih lobster dan sayuran serta sebanyak 40 dus warna coklat berisi sayuran. Rencananya ini akan dikirim menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 836 rute Jakarta – Singapura pada awal bulan April 2021 lalu sekitar pukul 15.26 WIB,” ungkap Alex di Bandara Soetta, Senin (3/5/2021).

Ditambahkannya, atas dasar laporan dan penggeledahan tersebut, pihaknya langsung bergerak dengan berupaya mengungkap pemilik dan pengekspor benih bayi lobster tersebut.

“Hingga kini kita masih berupaya melakukan pengecekan CCTV terkait siapa yang pemilik dan pengekspor benih bayi lobsternya. Untuk barang bukti kita langsung amankan dan bawa ke instalasi karantina ikan untuk dilakukan tindakan kekarantinaan berupa penghitungan benih bening lobster, re-oksigen benih lobster dan penyisihan barang bukti. Untuk pelakunya masih kita upayakan kejar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” lanjutnya.

Atas aksi yang para pelaku lakukan, mereka didakwa dengan pelanggaran beberapa pasal dan ketentuan seperti Pasal 88 Jo Pasal 16 Ayat (1) dan/atau Pasal 92 Jo Pasal 26 Ayat (1) UU RI No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 45 Tahun 2009 tentang Perubahan Atas UU No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

“Pelaku juga kita kenakan pelanggaran Pasal 87 Jo Pasal 34 UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Dengan ancaman 8 Tahun penjara,” tandasnya. (Foto & Acticle dari Hms-Polresta Bandara/Mlt)

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close