Tuesday, October 20, 2020
Home > News > Public Service > Penanggulangan Dampak Banjir di Kabupaten Tangerang

Penanggulangan Dampak Banjir di Kabupaten Tangerang


Banten-News | Public Service | Tangerang Kabupaten

Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berupaya menanggulangi dampak musibah banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang pada awal tahun 2020.

Bupati Tangerang Zaki Iskandar mengatakan, bahwa bencana banjir yang terjadi saat ini di wilayah Jabodetabek mempunyai keterkaitan yang sangat erat untuk itu perlu dilakukan koordinasi penanganan secara terpadu antara wilayah Jabodetabek dalam proses perencanaan pemanfaatan dan pengendalian tata ruang.

“Kedepan kita perlu membahas bersama dengan Pemerintah Pusat dan Daerah Jabodetabek untuk mengatasi persoalan banjir ini karena supaya ada jalan bagi semua daerah yang terdampak,” Kata Zaki.

Zaki menambahkan, penanganan saat banjir yang dilakukan oleh Pemerintah dalam hal ini BPBD dan dinas lainnya adalah mendirikan tenda darurat, mendirikan posko kesehatan, dapur umum, dan posko pengungsian, pendistribusian logistik seperti makanan cepat saji, obat-obatan, serta logistik lainnya. dan pemerintah Kab. Tangerang terus melakukan koordinasi dengan BPBD provinsi TNI Polri serta stakeholder lainnya pada saat bencana maupun pasca bencana.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Bambang Sapto mengatakan banjir yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang tersebut, terjadi akibat hujan yang tidak kunjung berhenti sejak 31 Desember 2019 kemarin hingga awal Tahun 2020, sehingga sejumlah sungai meluap dan berdampak banjir di sebagian wilayah Kabupaten Tangerang.

“Pada saat kejadian banjir, Tim dari Pemerintah Kab. Tangerang (BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta OPD lainnya dan Kecamatan) langsung sigap merespon cepat untuk menangani musibah banjir tersebut dan segera melakukan reaksi cepat tanggap sesuai prosedur,” kata Bambang

Bambang mengungkapkan bahwa Potensi wilayah Kabupaten Tangerang yang terkena banjir yang diakibatkan luapan beberapa sungai yang melintasi wilayah Kabupaten Tangerang.

Pertama Sungai Cisadane menggenangi (5 Kecamatan): Kecamatan Curug , Legok, Sepatan, Pakuhaji, Teluknaga; kedua
Sungai Cirarab menggenangi (4 Kecamatan): Kecamatan Legok, Curug, Cikupa dan Pasar Kemis; ketiga sungai Cimanceuri menggenangi (9 Kecamatan): Kec. Legok, Tigaraksa, Cikupa, Balaraja, Sukadiri, Jambe, Rajeg, Pagedangan dan Kronjo; ke empat sungai Cidurian menggenangi ( 4 Kecamatan): Kec Cisoka, Jayanti, Kresek, Kronjo; dan kelima sungai Kalisabi Menggenangi ( 1 Kecamatan ) : Kec. Kelapa Dua.

“Banjir yang terjadi di Kabupaten Tangerang hanya 12 persen dari total keseluruhan wilayah Kabupaten Tangerang, yaitu di Kecamatan Teluknaga, Kelapa Dua, Kresek, Sepatan Timur, Solear, Pakuhaji, Curug, Pagedangan, Cisoka, Pasar Kemis, Jayanti, Tigaraksa, Jambe, dan Legok, dan 5,6 Persen penduduk di Kabupaten Tangerang yang terdampak,” ungkap Bambang.

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close