Tuesday, October 27, 2020
Home > Life > Environment > Pembangunan Situ Gede Kota Tangerangan Dihentikan Oleh Pemprov Banten

Pembangunan Situ Gede Kota Tangerangan Dihentikan Oleh Pemprov Banten


Foto : Multa Fidrus

Banten-News | Environment | Tangerang Kota

Pemerintah Provinsi Banten menghentikan rencana pembangunan jalan dan jembatan di Situ Gede, Kelurahan Cikokol, Kecamanan Tangerang, Kota Tangerang.

PT Alfa Goldland Realty sebagai pengembang Apartement Kota Ayodhya hendak melengkapi prasarana bangunan.

Hal itu sesuai dengan hasil Rapat Pembahasan Perizinan Pembangunan Jalan dan Jembatan Situ Gede oleh PT Alfa Goldland Realty yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Banten Al Muktabar di ruang rapat Pendopo Gubernur Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP-3B), Jalan Syech Nawawi Albantani, Curug, Kota Serang, Senin, 28 Januari 2020.

“Bahwa seluruh pengelolaan lahan itu dasarnya adalah bukti kepemilikan lahan. Jika itu terdaftar secara administratif, pihak pengembang dan pemberi ijin sudah melakukan komunikasi dengan pemilik lahan, yaitu Pemrpov Banten,” tutur Sekda Al Muktabar.

Dalam rapat tersebut dibahas, PT Alfa Goldland Realty berencana membangun jalan dan jembatan di Kawasan Situ Gede Kota Tangerang.

Dasar pembangunannya adalah Surat Keputusan Walikota Tangerang No. 644 Tahun 2018 tentang izin mendirikan bangunan atas nama PT Alfa Goldland Realty tertanggal 23 Oktober 2018. Dalam dokumen di atas, turut tercantum tentang rencana pembagunan prasarana bangunan konstruksi jembatan seluas 736 meter persegi.

Dikekemukan, ijin sebagaimana yang diberikan dalam diktum ke satu Keputusan Walikota Tangerang menyatakan bahwa sarana yang akan didirikan berada di atas tanah status hak guna bangunan.

Hal ini dibuktikan dengan bukti kepemilikan sertifikat Nomor 812 tanggal 15 Agustus 2009. Terletak di Situ Gede Kelurahan Cikokol Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Dasar yang selanjutnya terdapat IMB. Ijin ini dikeluarkan setelah memperhatikan adanya rekomendasi analisis dampak lalu lintas dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Pemprov Banten tanggal 9 Oktober 2015.

Adanya ijin penggunaan sumber daya air dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang tanggal 4 Desember 2017.

Adanya kajian teknis pembangunan jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Kota Tangerang tanggal 4 April 2018. Serta, adanya ijin lingkungan pada tanggal 30 Agustus 2018.

Berikut merupakan alur perijinan yang diberikan oleh Walikota Tangerang untuk pembangunan jembatan yang akan dimulai pada 7 Oktober 2019 dan diperkirakan akan rampung pada 30 juni 2020.

Melihat adanya aktivitas di atas aset milik Pemerintah Provinsi Banten, kata Sekda, pada 23 Januari 2020 Pemprov Banten melakukan kunjungan langsung oleh tim yang terdapat di dalamnya Dinas PUPR selaku pengguna barang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) selaku dinas yang mengurusi lingkungan hidup, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) selaku pejabat penata-usaha aset, Biro Hukum sebagai pihak yang melegalkan, Biro Bina Infrastruktur, Satpol PP dan staff ahli dari gubernur.

Hasil kunjungan tim, kata Al Muktabar, adalah membuat berita acara untuk melakukan pemberhentian sementara terhadap kegiatan pembangunan jalan dan jembatan di Situ Gede. Kemudian melakukan dokumentasi serta pemasangan police line.

Menurut Sekda, dasar pemberhentian pembangunan adalah bahwa Situ Gede merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Banten.

Tercatat di dalam neraca aset berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksaan Keuanga Republik Indonesia (BPK-RI) sebagai barang milik daerah yang kode regisnya sudah terregister dengan baik. (Mlt/TNC)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close