Tuesday, October 20, 2020
Home > News > Crime & Law > Pantau Situasi Terkini, Kapolres Cilegon Tinjau Pos Check Point di Pelabuhan Merak

Pantau Situasi Terkini, Kapolres Cilegon Tinjau Pos Check Point di Pelabuhan Merak


Banten-News | Crime & Law | Cilegon

Sebagai upaya mendukung kebijakan pemerintah terkait larangan mudik, pihak Kepolisian Polda Banten dan jajarannya telah menggelar Operasi Ketupat Kalimaya 2020 pada (24/4/2020) lalu, dengan mendirikan Pos penyekatan dan Pos Check Point sebanyak 15 titik sepanjang jalur arteri.

Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana saat ditemui dilokasi menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan kegiatan penyekatan untuk menghindari warga yang masih nekat ingin mudik, Kamis, 7 Mei 2020 dinihari.

“Sejak didirikan pos check point di sepanjang jalur menuju pelabuhan Merak, personel gabungan dari Polres Cilegon Polda Banten dan TNI terus melakukan penyekatan dan pemeriksaan terhadap orang dan kendaraan yang melintas,” ucap Yudhis.

Yudhis juga mengatakan, bahwa personel gabungan TNI dan Polri beserta Dishub di Pos Check Point sudah ditempatkan di sebuah pelabuhan penyeberangan di Pulo Merak, Kota Cilegon Banten yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Sumatra yang dipisahkan oleh (Selat Sunda/Gunung Krakatau). Dan titik tersebut dapat melakukan penyekatan untuk meminimalkan masuknya pemudik. Pihaknya juga tidak segan-segan meminta para pemudik untuk berputar arah.

“Iya, hingga saat ini memang sudah kita terapkan untuk melakukan pengawasan dan penyekatan terhadap para pemudik dari luar wilayah yang hendak masuk ke wilayah Pelabuhan ASDP Merak. Saya tidak segan – segan untuk para pemudik untuk diputar balikkan untuk kembali ke daerah asal,” ujarnya.

Yudhis mengungkapkan, tidak hanya menerapkan mekanisme protokol pencegahan Covid-19 seperti memastikan pengendara harus menggunakan masker dan memeriksa suhu tubuh, petugas yang berjaga di cek point akan melakukan screening moda transportasi yang melintasi cek point.

“Personel juga sekaligus memberikan himbauan kepada pengendara truck untuk wajib memakai masker, jaga jarak serta harus selalu waspada guna menghindari dari penularan virus Covid-19,” ucapnya.

Ditemui di lokasi yang sama, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VII Banten Nurhadi juga menjelaskan tentang Surat Edaran No. 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Ya, per kemarin (06/05) Doni Monardo selaku Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengeluarkan Surat Edaran yang isinya tentang kriteria pembatasan perjalanan orang. Dalam surat itu menjelaskan ada beberapa pengecualian untuk orang hingga bisa melakukan perjalanan, misalnya anggota keluarga intinya (orangtua, saudara kandung) sakit keras atau meninggal dunia,” katanya.

Lanjutnya, “Dalam surat itu dijelaskan beberapa persyaratan yang harus disiapkan seperti menyiapkan data diri (KTP), surat hasil keterangan negatif Covid-19, surat keterangan kematian (untuk kepentingan mengunjungi keluarga yang meninggal dunia) dan lain sebagainya”.

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close