Saturday, May 15, 2021
Home > Life > Art & Culture > Menyambung Hidup Ditengah Pandemi, Seniman Rela Ngemper Jualan Alat Musik di Teluknaga

Menyambung Hidup Ditengah Pandemi, Seniman Rela Ngemper Jualan Alat Musik di Teluknaga


Foto: Seniman Lenong Betawi, Amung saat jualan alat musik Tehyan di pinggir jalan raya Teluknaga.

Banten-News | Art & Culture | Tangerang Kabupaten

Berbagai negara mengalami ketidakstabilan di sektor ekonomi akibat krisis yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19, tak terkecuali Indonesia.

Tidak hanya sektor industri, dampak pandemi corona atau Covid-19 juga membawa lara bagi mereka yang bekerja di industri seni dan budaya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Ditjen Kebudayaan, sedikitnya ada puluhan ribu seniman yang terdampak Covid-19, karena pembatalan pertunjukan dan festival seni.

Amung salah seorang seniman yang piawai memainkan alat musik Tehyan yang merupakan alat musik tradisional khas betawi, ia terpaksa beralih propesi menjadi pedagang alat musik yang dimainkannya.

“Sejak ada Covid-19, sudah hampir setahun saya jualan Tehyan, selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga, saya juga ingin melestarikan budaya yang sudah turun temurun dikenal oleh masyarakat,” kata Amung, kepada wartawan, Rabu (17/2/21).

Amung mengaku, sebelum adanya Pandemi Covid-19, ia sering mengikuti pentas kesenian lenong betawi.

“Dulu saya panjak lenong, ikut di beberapa group lenong, dan dulu masih lumayan sering banyak panggilan manggung, tapi sekarang sepi apalagi sejak ada Covid, jadi makin parah,” ungkap pria asal Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang itu.

Amung menjelaskan, Tehyan alat musik tradisional khas betawi buatannya itu, dijual dengan harga berpareasi tergantung ukuran. Dalam sehari, belum tentu terjual karena sepinya peminat dan kalah dengan teknologi.

“Tehyan ini saya buat sendiri, harganya tergantung ukuran, dari mulai yang paling kecil harganya Rp.100 ribu sampai yang paling besar Rp 250 ribu, tapi jangan yang beli, karena sekarang jamannya HP,” ungkapnya.

Amung mejajakan alat musik Tehyan di trotoar di Jalan Raya Teluknaga, tepatnya dekat petigaan Pos Bojong Renged, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten.

Dengan sabar, pria paruh baya itu, mejejer dagangannya dengan seutas tali yang diikatkannya diatara pohon.

Untuk menarik perhatian, pajak lenong ini, terus memainkan alat musik Tehyan dengan pengeras suara seadanya. (Foto & Article dari sumber Mulyono)

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close