Friday, July 3, 2020
Home > Life > Tourism & Travel > Menteri Wishnutama Cek Sejumlah Fasilitas di Bandara Soetta

Menteri Wishnutama Cek Sejumlah Fasilitas di Bandara Soetta


Banten-News | Tourims & Travel | Tangerang

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio didampingi Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dan Executive General Manager Bandara Soetta Agus Haryadi mengunjungi Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Kamis, 16 Januari 2020.

Dalam kunjungannya, Menteri Wishnu mengecek sejumlah fasilitas di Terminal 3 Bandara Soetta mulai dari area check-in, security check point (SCP), tempat pemeriksaan calon jemaah umrah, Autogate tempat pemeriksaan imigrasi (TPI) hingga fasilitas tempat air siap minum (Drinking fountain) di Boarding Lounge Keberangkatan Internasional.

Usai berkelilling di Terminal Keberangakaan Internasional, Menteri beserta rombongan melanjutkan pengecekan Skytrain atau KaLayang Bandara Soetta dan mencoba fasilitas Skytrain dengan menjadi penumpang dari Terminal 3 menuju Stasiun KA Bandara.

Menteri Wishnutama juga menyatakan bahwa aturan bebas visa kunjungan kepada 169 eegara akan ditinjau ulang. Pemerintah akan meninjau kembali atau me-review aturan tentang pembebasan visa kunjungan terhadap 169 negara yang telah berlaku sejak tahun 2016 lalu.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Menteri Wishnutama saat melakukan kunjungan kerja ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

“Pemerintahan akan kita review karena banyak negara-negara yang bebas visa tapi tidak menghasilkan wisatawan (berkualitas),” kata Menteri.

Dia mengatakan bahwa dirinya telah membahas terkait aturan bebas visa kunjungan (BVK) tersebut dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan saya dengan bu Menlu sudah sepakat, sependapat untuk mereview apakah perlu bebas visa.

Menurut Menteri, yang perlu ditingkatkan adalah bagaimana cara agar Indonesia memperoleh devisa dari kedatangan wisatawan manca negara (wisman), bukan hanya mengejar jumlah kedatangan wisman saja namun yang menghasilkan devisa.

“Kedepan, yang perlu kita tingkatkan adalah kualitas dari pada wisatawan karena tujuan kita adalah untuk mendatangkan devisa, bukan number of people tapi number of devisa yang penting adalah devisanya yang masuk lebih banyak,” kata Wishnutama.

Wishnutama pun mencontohkan, jumlah wisatawan ke Australia hanya 9 juta per tahun dengan devisa yang didapatkan negara tersebut kurang lebih Rp 423 triliun.

“Australia jumlah wisatawannya cuma 9 juta, (angkanya) dibawah Indonesia. Tetapi devisa yang dihasilkan oleh pariwisata mencapai USD 31 billion,” kata Wishnutama.

Oleh karenanya, Menparekraf tengah membahas dan mengatur strategi untuk mendatangkan wisatawan yang menguntungkan Indonesia.

“Jadi itu yang harus kita perhatikan, strategi mana yang harus kita mainkan. Kita mengejar angka kuantitas atau kualitas? Nah, ini yang musti kita dapat pahami dalam strategi yang benar. Jangan cuma sekedar mengejar angka tetapi kualitasnya tidak bagus,” ujar Wishnutama.

Sekedar diketahui bahwa aturan BVK kepada 169 negara diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2016 yang ditandatangani oleh Presiden.

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close