Wednesday, September 18, 2019
Home > News > Crime & Law > Masyarakat Tangerang Mendeklarasikan Stop Melawan Arus

Masyarakat Tangerang Mendeklarasikan Stop Melawan Arus


Banten-News | Crime & Law | Tangerang Kota

Masyarakat Kota Tangerang mendeklarasikan stop melawan arus lalu lintas. Pasalnya, bahaya melawan arus lalu lintas sangat fatal, bisa berakibat kecelakaan yang merenggut nyawa.

Deklarasi yang diinisiasi Satlantas Polres Metro Tangerang Kota ini berlangsung di Taman Gajah Tunggal, Cikokol, Kota Tangerang, Rabu (4/9/2019).

Turut hadir dalam deklarasi tersebut Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim, Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin, Dandim 0506/Tgr Letkol Inf Wisnu Kurniawan, dan Kepala Jasa Raharja Cabang Tangerang Darwin Sinaga.

Para pimpinan Forkopimda tersebut bersama-sama mendeklarasikan anti melawan arus lalu lintas dengan ratusan masyarakat Kota Tangerang.

Secara simbolis, deklarasi ditandai dengan pelepasan balon-balon yang bertuliskan “Anti Lawan Arus” sebagai penanda masyarakat akan tertib berlalu lintas dengan tidak melawan arus.

Penampilan tarian Reog Ponorogo turut mewarnai acara deklarasi keselamatan dalam berkendara tersebut.

“Kami ingin mengajak masyarakat berpartisipasi untuk mendukung dan menyukseskan operasi Patuh Jaya dengan meminimalisir pelanggaran lalu lintas,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Abdul Karim.

Operasi Patuh Jaya 2019 yang digelar dalam rangka menindak para pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas sedang berlangsung.

Abdul mengatakan, Polri tidak mungkin bekerja sendiri untuk menertibkan masyarakat agar taat berlalu lintas. Sehingga, perlu adanya peran serta masyarakat dalam menyadarkan para pelanggar lalu lintas khususnya yang kerap melawan arus.

“Tidak mungkin kita menertibkan sendiri. Sehingga harapan kita di wilayah Kota Tangerang ini tertib lalu lintas,” ucapnya.

Abdul menyebut, saat ini masih banyak pengendara yang melintas di jalur-jalur Kota Tangerang dengan melawan arus.

“Saya perhatikan di Kota Tangerang luar biasa melawan arusnya. Berdasarkan identifikasi kita dari 11 Polsek di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota hampir semua titik terdapat kerawanan arus,” ungkapnya.

Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota AKBP Juang Andi menambahkan, pelanggar lalu lintas karena melawan arus angkanya cukup tinggi.

Dalam sehari menggelar Operasi Patuh Jaya, kata Juang, pihaknya menindak hampir mencapai 1.020 pelanggar lalu lintas.

“Dari jumlah itu, kami rata-rata separuhnya pelanggar yang melawan arus,” katanya.

Padahal, menurut Wakil Wali Kota Tangerang Sacrudin, fasilitas rambu-rambu lalu lintas sudah terpasang di seluruh sudut Kota Tangerang demi pengendara tertib berkendara.

“Fasilitas sudah terpasang. Peraturan-peraturan juga dibuat untuk masyarakat agar hidupnya teratur. Sehingga tidak ada kerugian yang dianggap sepele karena tindakan melawan arus berakibat fatal,” ucapnya.(tangerangnews)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close