Monday, September 28, 2020
Home > News > Democracy > Massa Pendukung Muhamad-Saras, CUEK Abaikan Protokol Covid-19

Massa Pendukung Muhamad-Saras, CUEK Abaikan Protokol Covid-19


Banten-News | Democracy | Tangsel

Pengumuman Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan H. Muhamad-Saraswati Rahayu dipadati massa kader dan simpatisan partai PDIP di Ruko Malibu BSD, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa, 11 Agustus 2020.

Pantauan berbagai awak media dilokasi, ratusan massa mengenakan atribut partai PDIP lengkap berkerumun memenuhi pelataran tenda besar di depan Ruko tersebut. Nampak pula calon pasangan Walikota dan Wakil Walikota yang diusung yaitu H. Muhamad – Rahayu Saraswati.

Ironisnya, massa terlihat sangat CUEk mengabaikan protokol Covid-19, karena sebagian terlihat tanpa mengenakan masker, sebagian lain membawa masker namun tak dipakai dengan tepat, walaupun dibarisan bangku depan massa nampak tertib mengenakan masker. 

Kerumunan massa begitu dekat satu sama lainnya. Padahal Kota Tangsel sendiri telah memerpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 23 Agustus 2020. Kegiatan mengundang kerumunan massa tersebut tak hanya kali ini digelar.

Beberapa waktu yang lalu, massa dan simpatisan dari partai yang sama melakukan hal serupa saat berdemonstrasi di depan Mapolres Tangsel. Berkerumun tanpa mengenakan masker, padahal jumlah kasus Covid-19 terus meningkat.

Saat awak media berusaha untuk mengkonfirmasi hal tersebut, para pengurus kegiatan saling lempar satu sama lain. Hingga akhir kegiatan, tak ada keterangan yang diperoleh dari penyelenggara kegiatan. Kalaupun ada, itu pun dari Ketua DPC PDIP Kota Tangsel Wanto Sugito yang hanya memberikan keterangan soal lain.

Sebagaimana diketahui, PSBB di Kota Tangsel terus diperpanjang. Pemerintah Kota Tangsel melalui gugus tugas tengah bekerja keras menekan laju kasus Covid-19 di Kota Tangsel. Jangankan untuk kegiatan politik, untuk kegiatan keagamaan sekalipun warga dibatasi dan wajib menaati protokol Covid-19.

Salah satu massa kader di lokasi yang berinisial YS, mengaku datang ke lokasi guna memberi dukungan kepada pasangan calon yang diusung partainya. Namun dia mengakui lupa mengenakan masker, lantaran kondisinya dirasa sehat seperti biasa.

“Lupa bawa tadi. Tapi kan sekarang kondisi sehat-sehat aja makanya ini dateng, kalau misalnya lg nggak enak badan atau gimana ya mendingan nggak keluar,” ujarnya.

Sementara itu, Pakar epidemiolog dari Universitas Airlangga (Unair) Laura Navila Yamani menilai, peningkatan kasus Covid-19 salah satunya disebabkan karena  KETIDAKDISIPLINAN warga masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Misalkan penerapan protokol kesehatan itu kan ada yang masyarakat disiplin dan ada juga yang tidak. Jadi semakin sulit melakukan prediksi karena intervensinya sudah tidak bisa diukur lagi,” tandas Laura

Hal tersebut yang menurut Laura di Indonesia belum bisa diprediksi kapan puncak penyebaran virus corona. Menurutnya kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan MASIH SANGAT KURANG. Selain itu, ada beberapa kalangan masyarakat yang menganggap bahwa dewasa ini sudah kembali normal.

“Saat ini banyak juga yang beranggapan situasi sudah kembai normal, jadi penerapan protokol kesehatan saat ini semakin sulit dilakukan oleh masyarakat,” pungkasnya.(MBC)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close