Tuesday, July 7, 2020
Home > News > Democracy > Masa Pendemo PDIP di Mapolres Tangsel Berpotensi Jadi Klaster Baru

Masa Pendemo PDIP di Mapolres Tangsel Berpotensi Jadi Klaster Baru


Banten-News | Democracy | Tangsel

Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh 1000 massa PDIP di depan kantor Mapolres Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Senin (29/06/2020) siang, berpotensi besar menjadi klaster baru Covid-19.

Pasalnya meski dalam fase perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), para kader PDIP tetap NEKAT menggelar demonstrasi. Aksi longmarch dimulai dari kantor DPC PDIP di kawasan Ruko ITC BSD menuju Mapolres Tangsel di Jalan Letnan Sutopo, Serpong.

Sementara pihak kepolisian dan TNI tak bisa mencegah rencana kerumunan demonstrasi tersebut, meskipun para pendemo mengklaim telah mengadakan rapid test massal terlebih dahulu guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, dan hasilnya, seluruh kader dinyatakan negatif.

Pantauan wartawan dilapangan terlihat, kerumunan massa pedemo PDIP tersebut berhimpitan satu sama lain. Meskipun mengenakan masker, namun physical distancing banyak diabaikan. Kondisi demikian memunculkan kekhawatiran baru, yakni ancaman klaster Covid-19 dari kerumunan tersebut.

“Kami sudah melakukan rapid tes massal tadi, semua negatif. Jadi kita aman untuk tetap melakukan demonstrasi. Karena kita selalu ingatkan agar semua kader mematuhi protokol kesehatan,” terang Ketua DPC PDIP Tangsel, Wanto Sugito, dilokasi aksi.

Hasil rapid test sendiri sebenarnya bukan menjadi jaminan seseorang dinyatakan positif atau negatif Covid-19. Karena test itu nantinya harus dipastikan lagi dengan uji Swab. Jika uji Swab negatif, maka barulah bisa diyakini seseorang terbebas dari Covid-19.

Sementara itu, Wakapolres Kota Tangsel, Kompol Stefanus Luckyto mengakui, bahwa kepolisian sebenarnya tidak memperkenankan adanya kerumunan massa dalam jumlah besar di masa PSBB. Namun pada perpanjangan PSBB kali ini, kerumunan lebih dari 5 orang mulai diperbolehkan.

“Sebenarnya tidak diperkenankan, karena kan memang kalau menurut Perwali (Peraturan Wali Kota) memang selama PSBB yang kelima ini dalam aturan sudah boleh orang berkumpul lebih dari 5 orang,” ujarnya.

Pihak Kepolisian juga mengaku telah melakukan pendekatan beberapa hari sebelum aksi demo tersebut digelar. Penekanan diberikan agar para pedemo mematuhi ketentuan mengenakan masker, tak melibatkan kalangan usia rentan tertular Covid-19, serta menjaga jarak satu sama lain.

“Kita sudah melakukan pendekatan kepada mereka, makanya sebelum aksinya mereka menggelar rapid test,” pungkas Wakapolres Tangsel Luckyto. (BTL)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close