Friday, October 30, 2020
Home > News > Crime & Law > Larang Mudik, Polda Banten Perketat Penyekatan di Pos Check Point

Larang Mudik, Polda Banten Perketat Penyekatan di Pos Check Point


Banten-News | Crime & Law | Cilegon

Adanya larangan mudik yang telah di putuskan oleh Pemerintah serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020, Kepolisian Daerah (Polda) Banten dan jajarannya telah menggelar Operasi Ketupat Kalimaya 2020, yang saat ini memasuki hari ke-19.

Sebagai bentuk dukungan atas kebijakan Pemerintah dalam upaya percepatan penanggulangan Covid-19, petugas gabungan yang terdiri dari Personel Ditlantas, Dit Samapta, Sat Brimobda, Dishub dan BPTD Banten perketat pemeriksaan dengan melakukan filterisasi dan penyekatan terhadap kendaraan mudik yang bertujuan ke pulau Sumatera dengan menggunakan jalur pelabuhan Merak di lokasi check point Gerem Mera, Senin, 11 Mei 2020.

“Penyekatan terhadap kendaraan mudik sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona,” kata Dirlantas Polda Banten Kombes. Pol. Wibowo saat memberikan keterangannya kepada wartawan.

Lebih lanjut Wibowo menjelaskan selama 18 hari operasi Ketupat Kalimaya, sudah sebanyak 4.772 unit kendaraan yang diputar balikkan ke daerah asal pemberangkatannya.
“Kita perketat pemeriksaan karena masih banyak masyarakat yang memaksa mudik seperti yang sudah kita ketahui banyak modus masyarakat yang digunakan untuk lolos penyekatan kendaraan, seperti bersembunyi dibawah tumpukan kerupuk di mobil pick up hingga menaikkan kendaraan pribadinya ke dalam truck,” terangnya.

Bagi para pengemudi yang melakukan pelanggaran dengan mengangkut muatan orang (pemudik), sambung Wibowo, akan kami berikan tindakan tegas sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku hal tersebut dimaksudkan untuk membuat jera bagi pelanggar khususnya selama pemberlakukan larangan mudik.

“Akan kita tilang dengan dikenakan Pasal 303 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan karena melakukan alihfungsi kendaraan barang untuk pengangkutan penumpang dan Pasal 308 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan denda Maksimal Rp 500.000 atau kurungan penjara maksimal 2 bulan,” tegasnya.

Terakhir Wibowo menyampaikan bahwa Polda Banten memberikan apresiasi khususnya bagi masyarakat yang memutuskan tidak mudik dan patuh pada aturan pemerintah.

“Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah patuh, taat tidak mudik Lebaran tahun ini. Ke‎patuhan dan ketaatan itu bagian dari kita semua memerangi virus corona,” pungkasnya (Bidhumas)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close