Wednesday, August 21, 2019
Home > News > Crime & Law > Kuasa Hukum Duga Terdapat Pemalsuan Dokumen

Kuasa Hukum Duga Terdapat Pemalsuan Dokumen


Multa Fidrus | Banten-News | Tangerang Kabupaten |

Tim Kuasa Hukum Sobari, seorang kakek tua berumur 72 tahun yang diduga melakukan penyerobotan lahan di Desa Bunder, Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang menduga proses pembuatan sertifikat hak milik (SHM) Merna Siriyanti tidak sesuai aturan.

Hal tersebut diungkapkan Isram, Kuasa Hukum Sobari usai melangsungkan sidang di Pengadilan Negeri Tangerang pada Kamis 25 Juli 2019. Kata dia, tim nya banyak menemukan fakta – fakta terkait dugaan penyalahgunaan jabatan dan juga maladministrasi dalam pembuatan SHM yang diperkarakan.

“Kami menduga ada permainan oknum yang memproses pembuatan SHM milik Merna,” ungkap dia pada Banten-News.com di ruang sidang 4.Kata dia, selain tidak lengkap, AJB yang dimiliki Merna juga tidak sesuai dengan kelengkapan yang berlaku. Terlebih lagi hingga saat ini Lurah Desa Bunder belum datang menjadi saksi dalam kasus yang menjerat kakek lansia ini.

“Banyak yang janggal, seperti di AJB itu tidak ada no Persil dan lainnya. Terus juga no sertifikatnya hanya satu 1040 ini kan seharusnya tidak bisa,” ucapnya.

Selain itu, kata Isram, dalam surat kuasa yang dikuasakan kepada salah seorang untuk mengurus permasalahan lahan ini, Merna tercantum sebagai seorang warga berdomisili Desa Bunder, Rt. 09/02 Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

“Sedangkan di persidangan sebelumnya dia (Merna) tidak pernah mengaku pernah tinggal di alamat tersebut. Terus juga kami sudah mengecek ke Disdukcapil Kabupaten Tangerang bahwa ibu Merna memang tidak pernah tinggal di wilayah itu,” ujarnya.

Dengan demikian, dalam persidangan selanjutnya dengan agenda meminta keterangan dari saksi yakni Lurah Desa Bunder dirinya berharap Majlis Hakim dapat tegas menanyakan ihwal kekeliruan dokumen tersebut.

“Karena ini banyak sekali kejanggalan, semoga Majlis Hakim dapat membuktikan di persidangan pekan depan. Kami menduga ini ada kesalahan dalam proses pembuatan dan pembelian di lahan tersebut,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan Satelit News Sobari seorang lansia berumur 60 tahun ini diduga melakukan penyerobotan lahan milik Merna Siriyanti. Saat itu Sobari dianggap membuat sebuah bangunan permanen yang ia tinggali bersama dengan keluarganya.

Sementara itu hingga saat ini keterangan dari beberapa saksi JPU Tia Milla, di lahan tersebut tidak ada banguan permanen yang dibuat oleh Sobari. Kendati demikian Sobari mengakui lahan tersebut memang bukan miliknya maupun milik negara yang hanya ia tempati sementara.

“Kalau memang pemerintah yang mau pakai, saya siap angkat kaki dari lahan ini. kami juga menggunakan lahan ini hanya untuk Kobong (pengajian) bersama warga lainnya,” tukasnya.

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close