Tuesday, September 29, 2020
Home > News > Public Service > Kota Tangsel Belum Punya Fasilitas Olah Raga Pembinaan Cabang Atletik

Kota Tangsel Belum Punya Fasilitas Olah Raga Pembinaan Cabang Atletik


Banten-News | Public Service | Tangsel

Sangat kurang pembinaan dari Pemerintah daerah dan tidak punya fasilitas olah raga khususnya untuk cabang olah raga atletik yang menyebabkan prestasi para atlet, atletik Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menurun dan kalah dibandingkan para atlet dari wilayah kota dan kabupaten lainnya di Provinsi Banten.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Tangsel Gatot Sukartono saat melihat langsung kegiatan latihan para atlet pada Jum’at (17/07/2020) sore, di lapangan sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong, BSD.

Gatot Sukartono menuturkan saat ini hanya atlet atletik Kota Tangsel saja yang tidak memiliki sarana dan prasara olah raga untuk latihan para atletnya. Karena saat ini, hanya Kota Tangsel saja satu-satunya wilayah di Provinsi Banten yang tidak memiliki fasilitas untuk cabang olah raga atletik.

“Dahulu untuk cabang olah raga atletik di Provinsi Banten kita nomor satu Mas. Setiap kegiatan Porda Banten, Kota Tangsel selalu menjadi juara umum dan banyak ditiru pola pembinaannya sama para pelatih dan pembina atletik dari wilayah kota daan kabupaten lainnya di Provinsi Banten. Tapi sekarang prestasinya terus menurun, kita sudah tidak pernah lagi jadi juara umum saat digelar Porda Banten. Mental para atlet kita jadi menurun dan kurang percaya diri dengan tidak adanya sarana dan prasarana olah raga atletik tersebut,” ujar Ketua PASI Kota Tangsel itu.

Ditambahkan oleh Gatot, atletik merupakan induk dari semua cabang olah raga. Hebat dan tidaknya seorang atlet apapun juga tersebut tergantung dari dasar-dasar penguasaan olah raga atletik yang dikuasainya. Sebagai Ketua PASI Kota Tangsel yang baru meminta kepada Pemerintah daerah maupun wakil rakyat di DPRD Kota Tangsel agar dapat memperhatikan dan membangun keberadaan fasilitas sarana dan prasara olah raga atletik di Kota Tangsel.

“PASI Tangsel berharap pada Pemerintahan Walikota Tangsel yang baru nantinya akan benar-benar memperhatikan pembangunan fasilitas sarana dan prasarana olah raga atletik di Kota Tangsel. PASI sejak dahulu sering mengharumkan nama Kota Tangsel di berbagai ajang lomba olah raga dan event dengan meraih banyak medali emas, baik tingkat Porda Banten maupun event nasional. Akan tetapi hingga saat ini tidak pernah diperhatikan pembinaannya dengan baik hingga akhirnya prestasi para atlet atletik Kota Tangsel merosot dan tidak lagi menjadi juara umum dalam ajang Porda Banten,” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh Kris, salah seorang pelatih senior para atlet atletik Kota Tangel sejak jaman Kabupaten Tangerang tersebut. Kris bersama Gatot Sukartono sejak jaman Kabupaten Tangerang dahulu sudah melakukan pembinaan atlet-atlet atletik di wilayah yang sekarang menjadi Kota Tangerang Selatan agar dapat berprestasi pada event olah raga atletik Kabupaten Tangerang dahulu.

“Sudah ribuan atlet atletik lokal maupun nasional yang terlahir dari pembinaan usia dini oleh Pak Gatot bersama rekan-rekan pelatih lainnya dari pembinaan Kawah Candradimuka di lapangan MAN (Madrasah Aliyah Negerired)  Insan Cendekia ini Mas. Contohnya atlet nasional Lontar Martir Syifa, bisa berprestasi hingga tingkat Asia. Awalnya si Syifa itu berlatih di sini dan saya bersama Pak Gatot yang melatihnya. Namun karena keterbatasan fasilitas di Kota Tangsel yang alat Lontar Martir saja kita tidak punya di sini. Akhirnya Syifa pindah ke Jakarta dan alhamdulillah Syifa dapat meraih prestasi hingga tingkat Asia,” tandas Kris.

Sementara itu, Yohanes Sugeng Santoso – salah seorang dari orang tua atlet atletik Kota Tangsel mengatakan sangat mendukung kegiatan anaknya untuk mengikuti kegiatan olah raga khususnya di cabang atletik. Menurutnya, anak-anak pada jaman gatget sekarang sangatlah membutuhkan kegiatan olah raga yang cukup untuk menjaamin kesehatan tubuhnya. 

“Anak saya sekolah SMP di Strada Tangsel dan baru satu setengah bulan ini mengikuti kegiatan latihan olah raga atletik di nomor lari 60 meter. Yang paling utama adalah dengan mengikuti kegiatan olah raga ini, minimal dia bisa menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya dengan baik. Mudah-mudahan nantinya juga dapat berprestasi dalam kejuaran olah raga tingkat sekolah atau U2SN di Kota Tangsel,” pungkas Yohanes, mantan karyawan harian Kompas Group tersebut. (tnc/btl)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close