Friday, June 18, 2021
Home > News > Crime & Law > Ketua YLPKP Kota Tangsel Menolak Pepres Legalisasi Miras !

Ketua YLPKP Kota Tangsel Menolak Pepres Legalisasi Miras !


Banten-News | Crime & Law | Tangerang Selatan

Ketua Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Paragon Puji Iman Jarkasih, SH MH menyatakan MENOLAK KERAS kebijakan Pemerintah Pusat terkait dikeluarkannya kebijakan investasi minuman keras (Miras) yang tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) No 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

“Walaupun dengan alasan  kearifan lokal dan ditujukan di Provinsi tertentu, kebijakan tersebut sangat merugikan, terutama bagi sebagian masyarakat di daerah tersebut, baik secara moral maupun dampak ekonominya,” kata Puji Iman Jarkasih, Senin, 1/03/2021.

Menurut Ketua YLPKP Kota Tangsel tersebut, kebijakan pelegalisasian minuman keras (Khamar) sangat berbahaya bagi sendi-sendi kehidupan, karena Miras merupakan salah satu sebab maraknya kemaksiatan.

“Apa urgensinya pelegalisasian minuman keras di bandingkan dengan resiko yang akan dihadapi oleh Negara. Karena dengan dinyatakan Miras sebagai barang dalam pengawasan saja peredarannya tidak dapat terkendali, apalagi dengan di berikan izin, bisa hancur negara ini, mau dibawa kemana generasi muda bangsa Indonesia ?,” ujar Puji Iman.

“Sebaiknya Presiden Jokowi membatalkan Keppres tersebut. Karena melegalisasi peredaran minuman keras  justru lebih banyak mudharat ketimbang manfaatnya,” tegasnya.

Lanjut Puji, Pepres tersebut terkesan aneh dengan alasan dan argumentasi untuk membuka dan menarik investasi disaat Pemerintah saat ini sedang gencar mengkampanyekan program ekonomi syariah dan produk halal, lalu tiba-tiba mengeluarkan kebijakan yang sangat bertolak belakang, tentu ini jadi Pertanyaan kita semua,” pungkas Puji Iman Jarkasih, Ketua YLPKP Kota Tangsel, berapi-api. (Foto & Article dari MBC-BTL)

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close