Monday, September 28, 2020
Home > Life > People > Ketua Gerakan Pilihan Sunda, Andri P. Kantaprawira : Sunda Empire, Virus-Virus Kegilaan

Ketua Gerakan Pilihan Sunda, Andri P. Kantaprawira : Sunda Empire, Virus-Virus Kegilaan


February 3, 2020

Andri P Kantaprawira Ketua Gerpis/ist

SUNDANESIA.CO.ID — Tokoh Muda dari Gerakan Pilihan Sunda (Gerpis) Andri P. Kantaprwira akhirnya bicara panjang soal munculnya Sunda Empire yang dipandang kontroversi.

Redaksi Sundanesia.co.id berahasil wawacara Khusus dengan sebagai tokoh Muda Sunda Gerpis generasi baru dan masa depan. Andri adlaah tokoh muda yang aktif. Ia pernah menjadi anggota KPU Kota Bandung periode 2003-2008, ia juga sebagai Sekjen Badan Musyawarah Masyarakat Sunda (Bamus) Jawa Barat periode 2009-2013, dan yang paling dikenal ia adlaah Pupuhu Gerakan Pilihan Sunda (Gerpis) 2017.

Sikap kuat dan cara pandang berpikir kekuatan dirinya menjadikan cara hidup dia mampu  dan berbuat secara kuat dalam dunia pemberdayaan-pengembangan kaum muda bahkan emak-emak.

Berikut adalah petikan wawancara terkait konteks masalah selama ini dimana nama Sunda menjadi tercemar akibat munculnya nama sebuah kerajaan yang tak jelas akarnya.

Bisa Anda sampaikan konsep Sunda kekeinian?

Begini saya sampaikan dulu tentang Gerakan Pilihan Sunda sebagai perhimpunan perjuangan Orang-orang merdeka dan beriman yang diiniasi dan di ReDeklarasi kembali tanggal 27 Desember 2017 oleh aktivis -aktivis muda Sunda di Monumen Perjuangan Jawa Barat, tentunya menyadari bahwa sebagai organisasi berbasis etno nationalisme di dalam NKRI yang berbhineka tunggal ika dihadapkan tantangan disrupsi dan shifting (pergeseran) untuk membangun kompetisi dan kerjasama (cooptation) sebagai shareholders dan stakeholders membawa tata kelola negara ini menjadi lebih baik, adil dan berkemakmuran. Sebagai Organisasi Gerakan artinya sebagai prime mover perubahan sosial punya kewajiban membangun dikursus dan praksis sosial kedalam (ka sarakan) dan keluar (kontribusi kepada Negara) , dengan membangun pilihan terbaik yang harus dimusyawarahkan, maka tag line Gerakan Pilihan Sunda adalah Membela Indonesia Melindungi Pasundan.

Nah Sunda kekinian? Saya bukan dulu cakrawala tentang Sunda. Sunda Bihari (masa lampau), Sunda Kiwari (masa kini) dan Sunda Baring Supagi (masa yang akan datang) harus di tafakuri oleh para pemangku kepentingan terutama para Pemimpin berdarah Sunda dan berbudaya Sunda baik pituin maupun mukimin sebagai sebuah runutan kontinum waktu untuk membuat lompatan sejarah dengan melakukan langkah langkah terobosan dan lompatan bagi terbangunnya tata kelola alam kehidupan (lingkungan hidup dan lingkugan sosial yang baik), di prasasti kawali (prabu Wastukencana) jelas bila telah lahir Pemimpin yang adil tidak hanya manusia yang bersyukur tetapi Air, Api, Pohon, Burung pun bersyukur, maka dalam proses politik Demokrasi modern ini kita harus mampu membangun sistem, dikursus dan praksis sosial bagi lahirnya kepemimpinan yang memimpin dengan adil sebagai mana pernah dinyatakan oleh Tomi Pires 1511-1513 M di Suma Oriental “Sundanese Kingdoms Justly Governed ” (Kemaharajaan Sunda Diperintah dengan Adil). Mengapa saya disebut oleh kawan kawan Aktivis Kasundaan sebagai pilarnya Sunda Politik karena saya sebagai Aktivis politik 1988-an Non Partai selalu meneriakan pentingnya Sunda sebagai stakeholders dan shareholders NKRI diperlakukan dengan adil oleh Pemerintah Pusat dan dikelola dengan Oleh Para Gubernur, Walikota /Bupati dalam kerangka Otonomi Daerah sehingga alam Lingkungan nya terawat (suistanable development) rakyatnya Sejahtera.

Wah kalau respon soal Sunda Empire gimana?

Sunda Empire sebagai idiologi mesianik tentang akan lahirnya Kajayaan di Nusantara tentu ngawur karena mentafsir secara serampangan tentang apa dan bagaimana lahirnya Kajayaan tersebut yang mana kepemimpinan Nasional nya dari orang Sunda, maka tidak heran yang dijadikan Kaisarnya oleh Nasri Bank (orang Aceh kelahiran Sibolga) adalah istrinya yang orang Sunda diberi gelar julukan Ratna Ningrum. Kalau merujuk ke Disertasi Dr Husin Al Banjari : Budak Angon Dikursus Kepemimpinan Sunda Menuju Kekuasaan , Presiden ke-10 itu adalah Ciung Wanara (orang cerdas yang mampu melakukan dikursus dan praksis Sosial terobosan masalah Kebangsaan dan kenegaraan) yang nantinya diakui secara musyawarah mufakat menjadi Pemimpin Nasional Republik Indonesia (CIUNG LODAYA), tentang akan lahirnya ini sudah diperbincangkan oleh seluruh Spiritual Nusantara, maka tidak heran ada fase Raja Raja Palsu dan Agak Gila muncul dalam konstalasi nasional baik secara natural maupun di trigger kemunculannya oleh kelompok kelompok Grand Design baik Untuk deception issue’s dan lain lain kepentingan.

Anda melihat Sunda Empire ini sebanarnya apa?

Saya mengenal Nasri Bank tahun 2011 di rumah salah satu tokoh Sunda dan selalu kalau ada dalam pertemuan dia Bicara selalu menyampaikan pandangan Mesianik nya? pernah saya lakukan metode hypnotherapy “Past Life Regression ” memang terdapat gelombang otak yang membawa dongeng ke zaman sangat lampau mulai cerita Sundaland (The Lost of Atlantis), Alexander The Great, Cleopatra sampai pada cerita Tarumanagara dan Pajajaran, titik akhir soal Sunda Empire dikalangan Kaum Mesianik ini memang akan selalu dikaitkan dengan KeMaharajaan PAJAJARAN baik pada sosok Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi maupun penerusnya Prabu Surawisesa, yang mana oleh Sunda Empire, Sunda Nusantara maupun Kesultanan Selacau disebutkan bahwa mereka mengaitkan dengan sejarah tersebut, untuk mendapatkan legitimasi historis keberadaan mereka. Dari mulai didaftarkan di Subang Tahun 2015, Deklarasi Awal tahun 2017 dan Deklarasi di Isola tahun 2018 saja jelas Sunda Empire merupakan virus-virus kegilaan yang tidak segera dibasmi oleh aparatur negara ketika virus itu masih tipu tipu kecil dan korban sedikit, bila sekarang sudah viral dan menyebut nyebut lembaga international seperti PBB, WORLD BANK, PENTAGON, NATO dibawah kendali mereka menjadi “KEBOHONGAN ” yang akhirnya mempermalukan tidak hanya urang sunda, tetapi pemerintah Indonesia.

Katanya Gerpis akan Kongres Sunda, lantas muncul Sunda Empire, apa benar agar Kongres Sunda gagal?

Awalnya saya sebagai anggota Panitia Kongres Sunda dan stakeholders Panitia Sunda menganggap Sunda Empire merupakan permainan ecek ecek kaum kurang kerjaan yang memviralkan video tahun 2018 menjadi perbincangan Publik antara lucu-lucu an dan kegilaan orang-orang sakit jiwa, tapi setelah Rangga Sasana menyatakan akan ada Women Conference dan Kongres Sunda Empire 2020 kami menyatakan bahwa ada guna naiknya isu sunda empire Untuk memperlambat dan me-rem Kongres Sunda yang akhirnya marwah-nya diganggu bahwa dianggap lucu-lucuan, terutama soal agenda ke-3 Mengembalikan Nama Propinsi menjadi : Propinsi Sunda, Tatar Sunda, atau Pasundan.

Sunda Empire sudah ditangkap Polisi Apa Anda puas?

Penangkapan 3 Tokoh Sunda Empire Kaisar SE RATNA NINGRUM, GPM NASRI BANK dan Rangga Sasana Sekjen hanya proses awal secara prosedur hukum normal, yang belum mengungkap ada apa dengan “permainan ” viral-viral Raja Raja Palsu ini. Polda juga nanti perlu memeriksa tidak hanya 3 orang dan para Letjen Sunda Empire tetapi juga misalnya Jendral Sunda Empire dan siapa tokoh dibalik layar yang mengimplan kisah dongeng Gila Sunda Empire apakah maksud dan tujuannya.

Bagaimana soal Sunda sebagai kekuatan Baru?

Kemajuan atau kebangkitan sebuah kaum (suku bangsa) Tuhan gilir gilirkan, seorang tokoh Pergerakan Sunda Senior menyatakan perbedaan antara Yahudi dan Sunda adalah kalau Yahudi mengambil tanah yang dijanjikan, sementara Sunda Menuju atau menyusun peta jalan untuk menuju masa depan yang dijanjikan, apa yang disebut dengan UGA itu bukanlah suatu ramalan tetapi sebuah agenda? menyusun agenda Illahi tersebut tentunya akan masuk kepada kaum yang berfikir baru akan turun petunjuk kepada pikiran (inayah), petunjuk kepada hati (hidayah), ciri orang orang yang telah diberi petunjuk itu gampang sejauh mana terbimbing untuk melakukan aksi kemaslahatan Untuk membuat Bumi yang telah indah semakin baik atau memayu hayuning bawana.

Sunda mempunyai keunggulan minimal di 3 syarat kaum yang maju (1) spiritualitas (mind set) (2) etika (social ethics) dan (3) estetika bila kaum berfikirnya sudah muncul melahirkan temuan temuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjawab tantangan zaman seperti teknologi pengendali cuaca, teknologi energi terbarukan, teknologi pangan, kesehatan, percepatan pembaruan Lingkungan hidup maka sunda akan menjadi kekuatan Baru. Kaum Teknolog, Budayawan, ekonom dan lain lain harus dikawal oleh sistem sosial kepemimpinan yang mengarahkan kepada tata kelola berkeadilan dan berkemakmuran maka perlu dibentuk struktur sosial kepemimpinan kolektif kejuangan berkebudayaan semacam Dewan Syuro orang Sunda yang saya usulkan namanya sebagai Wali Amanah Tatar Sunda, kenapa namanya Wali Amanah karena Wali Amanah selain bermakna spiritual juga bermakna intelektual karena nama Wali Amanah adalah kumpulan orang bijak yang hadir di Universitas. Secara Sosial saat ini mayoritas lembaga sosial keagamaan saat ini dipimpin oleh ketua Yang mempunyai darah Sunda kita sebut saja Ketua PP Muhammadiyah  Prof Dr Haedar Nashir, Ketua NU KH DR. Said Aqil Siradj , Ketua KADIN  Rosan Perkasa Roslani, Ketua Raja dan Sultan Se-Nusantara Pra Arief NATADININGRAT, Pemikir Kebangsaan dan Kenegaraan, Mantan Ketua BPIP DR Yudai Latif, dll.

Maka secara De Facto Sunda sudah unggul untuk membangun arah Baru Perubahan ke arah yang berkeadilan dan berkemakmuran Tinggal mengajak tokoh-tokoh terbaik suku bangsa lain untuk membangun dan membuat terobosan dan lompatan arah Indonesia Baru menuju 2045.

Andri bersama para tokoh Sunda/ist

Apa sebenarnya gagasan tentang Provinsi Sunda itu?

Kita masuk Kongres Sunda 2020 mempunyai 3 agenda : (1) Adeg Adeg Tantungan Sunda (Jati Diri Sunda) (2) Sunda, Sarakan dan Negara (3) Mengembalikan nama Propinsi menjadi Propinsi Sunda, Tatar Sunda atau Pasundan. Mengembalikan nama Propinsi menjadi isu yang paling ramai dibicarakan, menimbulkan Pro dan Kontra kedalam dan di “takuti”oleh sebagian elite nasional yang tidak memahami tentang filosopi Persatuan Indonesia yang berBhineka Tunggal Ika, dianggap sukuisme dan SARA, padahal SARA itu fundamen dari realitas berbangsa dan bernegara di NKRI.

Agenda ke-3 disebut sebagai Mengembalikan nama Propinsi bukan Perubahan nama Propinsi karena tahun 1926 ketika West Java Provience sebagai Propinsi pertama di Jawa Karena orang Pribumi protes maka Belanda memperbolehkan dalam perundang Undangannya orang Pribumi menyebutnya sebagai Propinsi Pasundan (Siter Titles = sesebutan). Di Zaman Kemerdekaan tahun 1956 Kongres Pemuda Sunda selain mengusulkan berdirinya Universitas PAJAJARAN, diusulkan agar Propinsi Jawa Barat diganti menjadi Propinsi Sunda, maka pengusulan ini hanya merupakan pengembalian tuntutan Sejarah apalagi secara Geografis kata Ceu Popong Otje Djundjunan Propinsi Barat pulau Jawa harusnya disematkan kepada Propinsi Banten.

Prof Dr Ganjar Kurnia sebagai Ketua DKJB dan saya setuju bahwa mengembalikan nama Propinsi secara formal ketatanegaraan bukan langkah mundur tetapi langkah kedepan untuk memitigasi kemunduran Kebudayaan yang dialami seluruh suku bangsa Nusantara, monumen formal ini sebagai pengingat kepada anak cucu kedepan, maka bila terjadi kebangkitan Kebudayaan dan tata kelola sebagaimana dicontohkan Sunda Bihari (Masa Lalu) dimana sarakannya justly governed ya itu adalah Bonus. Bila Sunda Bangkit maka Nusantara Jaya Kembali, mungkin itu yang disebutkan kebangkitan akan muncul dari tempat matahari terbit atau Shounda atau Sundaland.***

AM WINATAPURA / KARTADIPURA    FOTO: DOKUMENTASI ANDRi

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close