Wednesday, December 11, 2019
Home > Uncategorized > Kembangkan Bandara Soetta, AP II Investment Lagi Rp 9 Triliun

Kembangkan Bandara Soetta, AP II Investment Lagi Rp 9 Triliun


Foto: PT Angkasa Pura II (Persero) mengundang rekan-rekan untuk menghadiri ground breaking integrated building Bandara Soekarno-Hatta yang dilaksanakan oleh Menteri BUMN Ibu Rini Soemarno.

Banten-News : Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui PT Angkasa Pura II (Persero) merogoh kocek lagi investment Rp 9 triliun dalam pengembangan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Pengembangan itu dilakukan upaya meningkatkan kapasitas penumpang pesawat menjadi 65 juta orang sampai 80 juta orang tiap tahun pada tahun 2022.

“Terima kasih direksi (PT Angkasa Pura II) sudah mau investasi besar untuk pengembangan Soetta sebesar Rp 9 triliun secara total,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) Rini Soemarno saat melakukan kunjungan ke kawasan Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Jumat (5/4/2019).

Hari ini, Rini melakukan ground breaking empat pembangunan di kawasan Bandara Soetta sekaligus, yaitu revitalisasi terminal 1, revitalisasi terminal 2, pembangunan flyover, dan pembangunan integrated building dengan luas lahan 33.685 m2.

Pada kesempatan itu, Rini menyindir manajemen AP II yang sebelumnya tidak mau melakukan investasi besar. Padahal, menurut dia, kapasitas terbangun di Bandara Soetta sudah jauh di bawah jumlah penumpang yang datang.

“Kalau dulu manajemen sebelumnya kalau ditanya mau investasi enggak, enggak ada yang mau. Padahal sekarang Soetta kapasitas yang terbangun itu sudah jauh di bawah penumpang yang sudah memanfaatkan fasilitas Soetta,” tambah Rini.

Kunjungan ke bandara itu sekaligus melakukan penempatan batu pertama (ground breaking) untuk merevitalisasi terminal 1 dan 2.

Dengan selesainya revitalisasi terminal 1 dan 2 akan menambah kapasitas penumpang sebesar 18 juta.

Revitalisasi terminal 1 dan 2 ini baru akan selesai pada tahun 2022. Di tahun itu, kata Rini, kapasitas penumpang bisa bertambah menjadi 75 juta orang sampai 80 juta orang. Saat ini kapasitas Bandara Soetta, hanya untuk 47 juta penumpang per tahun, namun okupansinya sudah melebihi 60 juta penumpang per tahun.

“Belum sampai terminal 4 ya. Terminal 4 baru di tahun 2024. Insya Allah bisa full kapasitas di tahun 2024,” ucapnya.
Simak video terkait bandara-bandara terbaik dunia di bawah ini.

Rini menyebut pihaknya tengah mengkaji penggabungan perseroan (holding) untuk Angkasa Pura I (AP I) dan Angkasa Pura II (AP II).

“Kita buat perusahaan induk yang akan menaungi AP I dan AP II. Saat ini kita sedang analisa,” kata Rini usai melakukan pengecekan sejumlah fasilitas di Soetta.

Menurut Rini, rencana pembentukan perusahaan holding AP I dan AP II tersebut telah direncanakan sejak 2016 lalu. Holding perseroan berpelat merah tersebut dinilai akan mendongkrak dan meningkatkan kinerja di sektor penerbangan.

Dirinya juga memberi contoh seperti PT Inalum yang menjadi holding company bagi BUMN yang bergerak di bidang pertambangan.

Namun dirinya menyebut, holding AP I dan AP II tersebut masih dalam tahap pengkajian Kementerian BUMN.

“Itu semua sedang kita kaji, masih dalam tahap pengkajian semuanya,” Rini tandasnya.

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close