Friday, October 22, 2021
Home > News > Crime & Law > Keluarga Pasien RSU Kota Tangsel Protes Atas Manipulasi Data Form Covid-19

Keluarga Pasien RSU Kota Tangsel Protes Atas Manipulasi Data Form Covid-19


Banten-News | Public Service | Tangerang Selatan

Keluarga salah satu pasien di RSU Kota Tangerang Selatan (Tangsel), memprotes dugaan rekayasa form data formulir penyelidikan epidemiologi Covid-19 oleh tenaga kesehatan (nakes).

Hal itu terungkap saat suami pasien berinisial AM, mengurus dokumen surat-surat dari nakes di bagian perawatan. AM kaget lantaran dalam beberapa lembar dokumen tertera poin-poin kondisi medis istrinya yang akan menjalani proses lahiran secara secar.

“Dari awal saya ikutin prosedurnya, harus bolak-balik fotokopi segala macem. Setelah saya baca, kok ada yang janggal ini. Pihak nakes belum pernah menanyakan riwayat medis itu ke istri saya, tapi kok sudah ada hasilnya di lembaran dokumen ini,” ungkap AM di RSU Kota Tangsel, Rabu (18/08/21).

Dalam formulir penyelidikan Covid-19 tersebut tertera beberapa poin pertanyaan mengenai informasi klinis pasien. Di mana jawabannya cukup dengan mencentang pilihan ‘Ya’, ‘Tidak’, dan ‘Tidak Tahu’. Poin-poin tersebut menjelaskan jika pasien mengalami batuk, filek, sakit tenggorokan, sesak nafas, sakit kepala, serta suhu tubuh yang dicentang dengan keterangan lebih dari 38 derajat celcius.

“Saya khawatirnya, ini adalah framing untuk mengarahkan bahwa istri saya Covid. Padahal belum ditanya apa-apa. Istri saya nggak ada batuk, nggak ada sesak, termasuk belum dicek suhu, tapi sudah keluar semua hasilnya di formulir ini. Kenapa diagnosisnya sudah muncul?. Kita protes ini,” tandasnya.

Menurut AM, nakes yang bersangkutan sempat berupaya mengambil formulir tersebut darinya dan meminta maaf langsung atas kekhilafan yang terjadi.

“Tadi di dalam sudah minta maaf, formulirnya mau diambil. Tapi ini saya simpan sebagai bukti saya saja. Saya ingin pelayanan kesehatan di RSU Kota Tangsel disini transparan dan tidak merugikan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, pihak RSU Kota Tangsel mengakui bahwa apa yang dilakukan Nakesnya tanpa wawancara langsung dengan pasien bersangkutan merupakan sebuah kelalaian. Apalagi sampai mengisi sendiri jawaban seputar form penyelidikan Covid tersebut.

“Itu kelalaian. Karena kan data itu harusnya ditanyakan langsung, kan itu form,” ujar Dokter Taufik yang mewakili bagian perawatan di RSU Kota Tangsel.

Namun Dokter Taufik enggan berkomentar lebih jauh mengenai kejadian tersebut. Dirinya mengaku akan berkoordinasi lebih lanjut untuk bisa menjelaskan secara utuh mengapa nakes merekayasa isi form tersebut.

“Nanti lah, kita kordinasi dulu,” pungkasnya.(BTL/Mlt)

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *