Monday, October 26, 2020
Home > News > Infrastructure > Harus Jalani Pesalinan di Tengah Jalan Rusak Terus Berulang, Salah Siapa?

Harus Jalani Pesalinan di Tengah Jalan Rusak Terus Berulang, Salah Siapa?


Banten-News | Infrastructure | Lebak

Sari warga Desa Cibarani yang terpaksa harus melahirkan anaknya di jalan.

Bayi laki-laki anak kedua dari pasangan Sari (28) dan Kemod (35) warga Kampung Pasir Sempur, Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten, terpaksa harus lahir di tengah jalan rusak, Senin lalu, (9/3/2020).

Banyak orang yang prihatin sekaligus kagum. Prihatin karena di zaman modern seperti sekarang ini masih ada bayi yan harus lahir di tengah jalan, dan kagum atas heroiknya perjuangan ibu muda itu,  sama seperti heroiknya  Bupati Iti Octavia Jayabaya  saat mencegat truk transformer bertonase besar menghacurkan jalan di wilayahnya yang videonya sempat viral,

Setadinya, Sari yang sedang mengalami fase persalinan menggunakan ojek untuk melahirkan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Karang Nunggal yang jaraknya 20 Km dari rumahnya. Jarak sejauh itu harus ditempuh dengan kondisi jalan rusak parah. Dan nahasnya, di tengah jalan ban sepeda motor bocor, Sari pun terpaksa melahirkan di jalan rusak itu dibantu bidan desa yang kebetulan berpapasan.

“Karena jaraknya jauh, Sari terpaksa naik ojek. Di jalan ban motor ojeknya bocor. Nah, di pinggir jalan itu Sari melahirkan bayinya, dan diberi nama Borojol” kata Kepala Desa Cibarani, Dulhani.

Sari pun senang,  bayi yang akhirnya dinamakannya ‘Borojol’ tersebut,  lahir dengan selamat, dan dalam kondisi sehat, kendati dia harus berjuang untuk melahirkan bayinya di tengah jalan tanah merah penuh bebatuan.

Menurut Dulhani Kades Desa Cibarani, setidaknya sejak 2018 hingga 2020 sudah ada 3 warganya yang melahirkan di jalan poros Cibarani tersebut. Sebabnya, selain jarak yang jauh ke fasilitas kesehatan, juga ya tadi itu, akses jalan desa rusak tak tersentuh perbaikan. Kendati, kata dia, hanya kasus borojol yang lahir tengah jalan, sedangkan dua kasus lainnya, lahir di pesawahan, dan huma (ladang perkebunan).

“Ini kasus ketiga kalinya, rute poros Cibarani bikin bayi lahir di jalan. Sebelumnya ada juga yang lahir di sawah, dan huma. Ya wajar sih, sok aja cobain. Jangankan yang hamil, yang sehat aja bisa mules naik ojek lewat jalan itu,” ujarnya.

Dijelaskan, jalan tersebut telah dibiarkan rusak selama 4 tahun lamanya, tidak pernah mendapatkan perhatian dari Pemda untuk diperbaiki. Padahal, jalan itu produktif sebagai akses aktivitas warga, dan untuk mengangkut hasil pertanian. (redaksi24com)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close