Thursday, December 12, 2019
Home > News > Crime & Law > Kecelakaan di PLTU Lontar, Khadafi Baru Sebulan Kerja

Kecelakaan di PLTU Lontar, Khadafi Baru Sebulan Kerja


Banten-News | Crime & Law | Tangerang Kabupaten

M. Khadafi (19), warga Kampung Lontar RT 02/ RW 01, Deda Lontar, Kecamatan Kemeri, salah satu dari 7 korban selamat dalam peristiwa kecelakaan di PLTU Lontar, Kamis, 26 September 2019 lalu.

Sebelum kecelakaan kerja menimpa dirinya terjadi ledakan bersumber dari alat fogging yang digunakan untuk mengetes kebocoran pada suatu konstruksi atau ducting pipa di PLTU Lontar. Khadafi, Syarif, dan Suryaman luka bakar cukup berat sementara 4 lainnya luka ringan.

Khadafi merupakan anak ke 6 dari 6 bersaudara. Khadafi terbilang masih sangat baru bekerja di PLTU Lontar sebagai Helper atau sebagai pengecek kualitas alat kontruksi.

Dia menceritakan pekerjaannya di PLTU sangat berisiko terhadap keselamatan jiwa, karena banyak pekerjaan-pekerjaan yang sangat berbahaya, salah satu contohnya adalah saat dia mengecek ducting.

Kegiatan di PLTU Lontar ini pun sangat tertutup untuk umum. Tidak banyak orang luar yang mengetahui peristiwa yang terjadi di dalam PLTU tersebut.

“Saya baru 1 bulan kerja di PLTU Lontar, disini semua pekerja mayoritas berstatus Harian Lepas, termasuk saya, disini ada banyak bagian diantaranya ada yang bagian pengecoran, ada yang pemasangan instalasi yang naik-naik ke atas tiang, lalu helper bagian pengecekan, semuanya sangat tinggi risiko kecelakaannya,” ucap Khadafi.

Menurut Khadafi, fogging yang biasa digunakan untuk menumpas nyamuk, digunakan untuk mengetes atau mendeteksi kebocoran pada ducting atau pipa. Ducting bisa diketahui bocor atau tidaknya menggunakan asap yang tebal maka dari itu menggunakan mesin fogging.

Namun saat fogging dinyalakan, ternyata malah meletup dan terkena ceceran solar, sehingga letupannya bertambah besar. Bahkan Khadafi sampai terpental membentur besi yang ada disekitar.

“Kita semua tadinya sedang mengetes suatu kontruksi dengan menggunakan asap foging, tetapi saat dinyalakan malah meledak, ” ucapnya.

Khadafi mengatakan, dia bekerja dibawah naungan PT SSP, sebagai penyedia tenaga kerja di PLTU. Di PLTU Lontar ada tiga PT yang berkecimpung dalam pembangunan, diantaranya PT. SM dari Jepang, PT. BVR, dan PT. SSP.

“PT. SSP pemasok tenaga kerja, kami semua termasuk saya, berharap ada jaminan kesehatan yang diberikan perusahaan, karena pekerjaan ini sangat berbahaya, ” harapnya.

Yogi Riskasogi, kakak kandung Khadafi, yang juga pegawai di PLTU Lontar menambahkan, buruh kasar di PLTU mendapatkan upah sebesar Rp90.000 perharinya, dan tidak ada libur satu haripun. Jika memaksakan diri untuk meliburkan diri, maka tidak akan mendapatkan upah. (tangerangonline)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close