Wednesday, October 21, 2020
Home > News > Social Problems > Kasihan, Rumah Warga Miskin di Pakuhaji Nyaris Ambruk

Kasihan, Rumah Warga Miskin di Pakuhaji Nyaris Ambruk


Banten-News | Social Problems | Tangerang Kabupaten

Rumah pasangan suami istri (Pasutri) Awi, 55, dan Marni, 47, di Kampung Gaga RT 04 RW 02, Desa Kiara Payung, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang luput dari program bedah rumah yang digulirkan pemerintah. Sebab, rumah keluarga miskin yang berukuran 8×5 meter tersebut nyaris roboh.

Sabtu, 11 April 2020 sekira pukul 09.00 WIB, rumah Awi berjarak sekira 4 kilometer dari Kantor Kecamatan Pakuhaji. Rumahnya tidak layak huni, beralaskan tanah dan berdinding bambu itupun sudah rapuh, sebagian atap rumahnya menggunakan terpal terbuat dari plastik.

Menurut Awi, sudah hampir sebulan tidak beraktivitas menjadi pemulung barang bekas, karena ada himbauan dari Ketua RT untuk mengurangi aktivitas diluar rumah untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sebelum mewabahnya Virus Corona, dia biasanya berangkat pagi hingga pulang sore untuk mencari barang bekas untuk kembali dijual.

“Biasanya, nyari barang bekas di sekitar TPA Jatiwaringin,” kata Awi.

Soal rumahnya yang tidak layak huni itu, menurut Awi, sudah ditempatinya puluhan tahun. Sampai sekarang, dia belum mampu memperbaikinya. Uang hasil memulung barang bekas hanya cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari dan buat memberi jajan kedua anaknya di sekolah.

“Memang saya khawatir ambruk. Tapi mau bagimana lagi, saya tidak punya uang untuk memperbaikinya,” ujarnya.

Alhasil, Awi harus mengungsikan istri dan kedua anaknya ke rumah tetangga mereka ketika hujan deras disertai angin kencang terjadi.

“Alhamdulilah, tetangga saya baik semua. Jadi kalau ada hujan disertai angin kencang, tetangga tidak keberatan bila istri dan anaknya menumpang sementara,” ungkapnya.

Ditemui terpisah, Murta, Ketua RT 04 Kampung Gaga, Desa Kiara Payung, Kecamatan Pakuhaji mengatakan, sebenarnya kondisi rumah Pasutri Awi dan Marni sudah diketahui aparatur Desa Kiara Payung dan aparatur Kecamatan Pakuhaji sudah memberikan janji untuk membantunya.

Namun hingga saat ini belum terhujud. Padahal, Awi dan Marni asli warga Kecamatan Pakuhaji.

“Sudah diajukan untuk mendapatkan bedah rumah dari Pemerintah, tapi informasinya menunggu giliran karena bedah rumah itu sistem kawasan, tahun lalu giliran Desa Kohod,” singkatnya. (redaksi24news)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close