Wednesday, October 21, 2020
Home > News > Public Service > Kabupaten Tangerang Jadi Tuan Rumah Munas Kependudukan

Kabupaten Tangerang Jadi Tuan Rumah Munas Kependudukan


Tangerang menjadi tuan rumah dalam acara Musyawarah Nasional ke IV Koalisi Kependudukan Indonesia yang di gelar di ICE BSD Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Kamis, 12 Septemer 2919.

Ketua Umum Koalisi Kependudukan Indonesia, Dr. Sonny Harry B Harmadi mengatakan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas dalam pembangunan lima (5) tahun kedepan karena Indonesia berada dalam bonus demografi.

Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraannya, untuk pertama kalinya menyebut bonus demografi dan syarat untuk mewujudkan lompatan kemajuan Indonesia adalah dengan cara memanfaatkan bonus demografi.

“Jadi, Indonesia punya potensi yang begitu besar dengan bonus demografi dan kalau bonus demografi ditransformasikan menjadi bonus kesejahteraan, maka kita mengalami loncatan yang luar biasa,” ujar Sonny saat membuka acara Musyawarah Nasional.

Presiden mengatakan bahwa Indonesia akan mampu mentransformasi bonus demografi menjadi bonus lompatan kemajuan jika bisa menciptakan SDM unggul.

Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar selaku tuan rumah mengatakan, bahwa dengan diadakannya munas kependudukan di Kab. Tangerang ini nanti bisa memberikan masukan dan saran kepada Pemerintah Pusat dengan lonjakan pertumbuhan penduduk di Indonesia khususnya di Kab. Tangerang, lonjakan pertumbuhan pendudknya sangat tingga karena memang daerah urban.

“Saya selaku tuan rumah sangat menyambut baik atas diselenggarakannya munas kependudukan di Kab. Tangerang, semoga yang menjadi harapan dan cita-cita kita semua dalam munas ini bisa tercapai dengan baik dan menghasilkan saran kebijakan yang benar-benar dapat dirasakan,” katanya.

Sementara itu Mentri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonsia Eko Putro Sanjodjo mengungkapakan bahwa jumlah penduduk Indonesia di tahun 2019 diproyeksikan sekitar 266 juta jiwa. Salah satu titik waktu yang akan menjadi acuan untuk mencapai kemajuan adalah tahun 2045.

“Di tahun 2045, saat itu jumlah penduduk Indonesia diperkirakan berjumlah 318 juta jiwa. Tetapi dengan asumsi angka kelahiran (TFR) mulai tahun 2020 sudah dibawah target 2,1. Jadi, kalau program keluarga berencana berhasil, kita akan mencapai jumlah penduduk sebanyak 318 juta jiwa di tahun 2045. Tetapi jika meleset, perkiraannya bisa mencapai 325 juta sampai 330 juta jiwa. Ini merupakan tugas kita bersama untuk memastikan bahwa program keluarga berencana bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Eko Putro mengatakan, hasil proyeksi penduduk berdasarkan survei data penduduk (SUPAS) tahun 2015 menunjukan bahwa rasio ketergantungan yang menjadi indikator bonus demografi, akan berada di titik terendah selama periode 2020 sampai 2024 dan diperkirakan bahwa puncak bonus demografi terjadi pada tahun 2020 sampai 2030. (infokom)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close