Sunday, June 13, 2021
Home > News > Crime & Law > IPW Kecam Aksi “Perampokan” Empat Orang Penyidik Polisi Terhadap Seorang Tersangka

IPW Kecam Aksi “Perampokan” Empat Orang Penyidik Polisi Terhadap Seorang Tersangka


Banten-News | Crime & Law | Jakarta

Ind Police Watch (IPW) mengecam keras aksi “Perampokan” yang diduga dilakukan oleh Empat orang penyidik polisi terhadap seorang tersangka. Harta benda tersangka, David Edynata yang diduga “dirampok” keempat oknum polisi itu terdiri dari dua rekening BCA dan Mandiri serta satu mobil Mercy Tipe C240 seharga Rp 450 juta. Dan dari rekening BCA korban, keempat oknum polisi itu menguras uang sebesar Rp 368 juta rupiah dan dari rekening Bank Mandiri sebesar Rp 18,5 juta.

Keempat oknum polisi yang diduga “Merampok” David Edynata warga jalan Mangga Besar Jakarta Barat itu adalah AKBP (kini Kombes) Win, Kompol YG, Briptu Ar, dan  Briptu PR. Keempatnya sudah dilaporkan ke Propam Polda Kaltim pada Desember 2018 dan Propam Mabes Polri pada Maret 2019. Namun hingga kini nasib laporan David Edynata tidak ada kejelasan. Terbukti keempat oknum itu masih slow-slow saja.

Bahkan dana David yang dikuras dari rekeningnya tak kunjung dikembalikan Polri. Tak hanya itu mobil Mercy Tipe C240 dengan nomor polisi B 901 LUC masih dipakai oleh oknum polisi yang diduga “merampoknya”.

Kasus “perampokan” terhadap harta benda tersangka ini terjadi saat adanya tuduhan bahwa David Edynata terlibat kasus pencucian uang yang ditangani oleh Subdit Krimsus Polda Kaltim pada April 2016. Saat itu David ditangkap di Tangerang dan langsung dijebloskan ke sel tahanan Polres Samarinda. Saat itu David tidak tahu kenapa dirinya ditangkap dan ditahan. Belakangan dia baru tahu bahwa dia dituduh terlibat kasus pencucian uang.

Kasus ini bermula pada 21 Juli 2015. Saat itu temannya, Stanley mau ikut investasi di showroom milik David  Mereka lalu membuka rekening BCA no 4850233310 dan Stanley menyetorkan dana Rp 4 miliar. Namun esok harinya, 22 Juli 2015, Stanley membatalkan rencananya dan mengambil semua uang miliknya.

Setahun kemudian, April 2016, David ditangkap polisi dengan tuduhan terlibat pencucian uang hingga dia dihukum dua tahun penjara di PN Balikpapan. Ironisnya semua rekening dan mobilnya yang tidak ada kaitan dengan kasus yang dituduhkan “dirampok” oleh oknum polisi.

David sendiri sudah lebih dari lima tahun melaporkan kasus yang dideritanya ke Propam Polri. Namun hingga kini uang dan mobilnya belum dikembalikan dan masih digunakan oknum polisi yang diduga “merampoknya”. IPW berharap kasus David mendapat perhatian Kapolri Sigit yang sudah mengkampanyekan Polri Presisi.

Demikian siaran Pers yang diterima MediaBantenCyber.co.id dari Neta S Pane
Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) pada Selasa (08/03/2021). (Foto & Article dari MBC-BTL).

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close