Monday, September 28, 2020
Home > News > Social Problems > Inilah Kata Mbah Mijan Terkait Viralnya Sunat Ghoib Yang Dialami Bocah Ciputat

Inilah Kata Mbah Mijan Terkait Viralnya Sunat Ghoib Yang Dialami Bocah Ciputat


Banten-News | Social Problems | Tangsel

Fenomena ‘Sunat Ghoib’ yang dialami bocah berumur 3,5 tahun Muhamad Gazi, yang jadi viral di medsos membuat salah satu paranormal kondang tanah air Mbah Mijan angkat bicara.

Mbah Mijan mengatakan, bahwa fenomena bocah disunat makhluk ghoib dari dulu memang sudah ada. Bahkan penjelasan dari medis pun juga sudah ada. Walaupun secara medis dan secara akal sehat itu kadangkala diluar nalar manusia.

“Kalau di sunat oleh Jin, Mbah Mijan sangat percaya,” ungkap Mbah Mijan saat dikonfirmasi  melalui selular, Minggu (28/6/2020).

Mbah Mijan menjelaskan, sunat ghoib yang dilakuakn mahluk astral seperti jin terhadap anak-anak terjadi kepada keluarga yang kondisi kurang mampu.

“Tiba-tiba, ada something and someone yang tak kasat mata, jatuhnya mahdir,” jelasnya paranormal nyentrik ini.

Lanjutnya, jika ingin mengenal jenis atau level  jin diantaranya ada Al Jan, Gambir, ada Danyang seperti dalam Primbon Jawa. Menurut Mbah Mijan, kalau jin yang benar-benar bisa beraktifitas seperti manusia dan bisa menyentuh secara fisik katagori Al Jan, yaitu level jin yang dekat dengan manusia jaraknya.

Untuk itu fenomena yang terjadi pada Muhamad Gazi, membuat Mbah Mijan berkeinginan berkunjung ke rumah orang tua Gazi di Ciputat. Bila sudah melihat langsung hasil sunat ghoib, dari bentuk setelah disunat, biasanya ada kesan atau pesan dibalik itu. 

“Jika ada waktu, Mbah Mijan kesana deh, makanya kalau datang langsung kesana, kayaknya lebih seru ya, dan segera merapat.” Pungkasnya.

Cerita Ibu Muhamad Gazi Anaknya di Sunat Mahluk Ghoib

Alfiatun (43) ibu dari Muhamad Gazi (3,5) mengungkapkan kepada awak media mengenai kejadian anaknya laki-laki Gazi, tiba-tiba sudah dalam keadaan dikhitan secara ghoib.

Isteri dari Rahmat (49) itu kesehariannya bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah tetangganya yang tak jauh dari rumah kontrakannya di Jalan Masjid Nurul Qomar RT 02 RW 06 No 150 Kampung Serua Poncol Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

“Jadi pada malam Jumat (25/6) itu saya lagi bantuin majikan saya untuk memasak pesanan catering untuk esok hari. Saya bawa anak saya yang paling kecil ini, karena kakaknya yang perempuan lagi ngerjain tugas sekolah dan ngga ada yang jagain Gazi,” tuturnya, Minggu (28/6/2020).

Sang ibu berpesan kepada anak perempuannya bila bapak sudah pulang kerja, jemput saja adiknya. “Gazi ini ngga pernah saya bawa malam-malam ke rumah bos saya itu, tapi ya itu pulangnya setelah dijemput bapaknya, razi tanpa mengeluh rasa sakit pipis di kamar mandi, dan razi sempat ngomong sama kakaknya dikamar, kog cumi (maaf, kemaluan) aku begini ya, tapi tak direspon kakaknya sambil nerusin tidurnya.

Pukul 22.30 Wib Afiatun pulang ke rumah, dilihatnya sang anak ini masih main mobil-mobilan sendiri. “Saya tanya dik, kog belum bobok, dijawab belum, aku nungguin mama. Setelah dicucian kaki dan tangan oleh bapaknya, dan saya lihat celananya basah, Gazi bilang sama saya, mama, cumi aku sakit, dan setelah burungnya saya lihat, kaget dan Astaghfirullah saya teriak dan kaget se kaget-kagetnya. Siapa yang nyunatin ini, siapa, sampai saking histerisnya, saya teriak pucuknya kemana, pucuknya kemana.

Mendengar teriakan histeris, sang suami dari kamar mandi lari mendekati Afiatun, dan langsung diomel, kenapa yang di rumah ngga ada yang tahu kalau razi kondisi burungnya begitu. Ngga ada yang tahu.

Keesokan hari, Afiatun masih dalam keadaan sembab karena air mata, bercerita ke tetangga sekaligus majikannya, perihal keadaan Gazi.

Majikannya tak percaya dan tidak yakin, setiba dirumah Afiatun. Sang bocah Gazi pun bercerita bahwa dia telah disunat. “Disunat sama siapa, sama dokter lah, dimana, di rumah Kekey (teman bermain Gazi, anak dari majikan Afiatun).

Gazi bercerita saat bermain sama dua anak perempuan majikannya, tiba-tiba ada sosok (Ghoib) berpakaian dokter hendak menangkap. Dua anak perempuan ini menolak ditangkap, tapi Gazi tidak berontak saat sosok tersebut menangkap dirinya. “Sosok tersebut bilang, jangan nangis ya, ngga sakit kog, sambil disunat memakai pisau,” ucap Afiatun menirukan Gazi.

Keanehan Gazi kemudian pada hari Sabtu Malam mengobrol sendiri dengan makhluk tak dapat dilihat mata biasa. “Nama kamu siapa, yuk main pocong-pocongan yuk sambil bergaya berdiri layaknya sedekap orang yang sudah meninggal,” tuturnya.

Afiatun mengaku pada hari Sabtu sorenya sudah melakukan pemeriksaan ke dokter agar lebih jelas. 

“Di Dokter Budi yang dekat Setu Parigi itu. Dokter juga sempat penasaran dan diperiksa langsung lipatan burungnya Gazi. Isteri Doter Budi itu menyakinkan ke saya kalau benar kondisi bocah Gazi sudah dalam keadaan sunat secara kedokteran.” Ungkapnya.

Dokter Budi sendiri pun, sempat memencet sekitar burung bocah Gazi, namun sekarang agak memerah bagian sekitarnya, mungkin setelah diperiksa ya,” tandas Afiatun didampingi suaminya Rahmat, sambil memperlihatkan gambar photo kepala burung Gazi rapi dan bersih tanpa jahitan sebelum diperiksakan ke dokter. (detakbanten.com)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close