Wednesday, December 11, 2019
Home > News > Crime & Law > Sudah Tewas Dilindas Truk Tanah, Malah Jadi Tersangka

Sudah Tewas Dilindas Truk Tanah, Malah Jadi Tersangka


Suti perlihakan motor dan foto almarhumah anaknya. (K6)

Banten-News | Crime & Law | Tangerang Selatan

Sudah jatuh, masih terlindas truk juga. Kenyataan itu semakin membuat Suti (32), pilu mendengar informasi mendiang anaknya disudutkan. Niswatul Umma dianggap lalai dalam berkendara hingga akhirnya meregang nyawa.

“Anak kita ditetapkan bersalah?. Kan karena kronologinya enggak tahu, mau gimana ya. Sebenarnya enggak ikhlas kalau dibilang seolah-olah anak saya yang nabrak,” ujarnya kepada wartawan di rumah duka, RT 002 RW 004, Tajur, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Jumat sore kemarin

Suti mengatakan, pihak keluarga almarhumah Niswatul sudah merasa ikhlas menghadapi takdir-Nya. Namun sebaliknya usai mendapat informasi dari media sosial bahwa anaknya yang meninggal malah jadi tersangka.

“Kalau anak saya dijadiin tersangka ya gimana, anaknya sudah almarhumah. Ya enggak adil lah, nyawanya sudah direnggut jadi tersangka gimana?. Untuk langkah kedepan itu harus dibicarakan antar keluarga untuk bisa menentukan gimana-gimana nantinya,” ungkapnya.

Suti juga menanyakan mengapa mobil truk bermuatan tanah dibiarkan bebas melintas. Sebab waktu peristiwa kecelakaan maut yang merenggut nyawa anaknya terjadi arus lalu lintas sedang ramai.

“Orang kerja pulang, anak-anak pada pulang. Kenapa truk melintas jam segitu, padahal kan sudah ditentukan kalau truk itu harusnya dari jam 9 malam sampai jam 5 pagi. Kalau keluarga ya sedih, namanya juga kehilangan, gimana,” terang Suti bernada lirih.

Suti bilang, sebenarnya pihak keluarga sudah mengikhlaskan jika Ade Madrais (40), supir truk dibebaskan oleh polisi. Kasihan terhadap nasib anak dan istri supir menjadi pertimbangan utama bagi keluarga almarhum.

“Karena pihak supir juga punya keluarga, sama-sama kita punya keluarga, karena saya hidup dijalanan, walaupun terjadi kepada keluarga saya ya gimana?,” tuturnya.

Kemudian teman wartawan menanyakan rela tidaknya ibunda almarhum saat mengetahui supir tersebut dibebaskan.

“Gimana ya, masalah ikhlas enggak ikhlas, tapi dari suami, anak pertama udah mengikhlaskan ya harus mengikhlaskan,” jawab nya.

Namun, Suti tidak bisa terima saat mengetahui almarhumah dijadikan sebagai pihak yang bersalah. Langkah selanjutnya semoga pemerintah lebih tegas untuk menerapkan peraturan ke semua jalan,” tuturnya.

Sifat almarhumah ini, Suti menjelaskan, adalah sosok yang tidak neko-neko, baik, dan penurut. “Anaknya baik, pendiam, nggak neko-neko, dia rajin belajar. Masih terbayang biasanya almarhum sering berantem dengan adiknya,” tutupnya. (kabar6)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close