Thursday, June 17, 2021
Home > News > Crime & Law > Ibu dan Anak Diciduk Polres Metro Tangerang Karena Memalsukan Surat Tes Sweb Untuk Pulkam

Ibu dan Anak Diciduk Polres Metro Tangerang Karena Memalsukan Surat Tes Sweb Untuk Pulkam


Banten-News | Crime & Law | Tangerang Kota

Jajaran Kepolisian Polsek Benteng Kota Tangerang menindak tegas dua orang pelaku pemalsuan surat Tes Sweb hasil yang dipergunakan demi memuluskan aksinya untuk mudik ke kampung halamannya, Jumat (21/5/2021).

Kedua pelaku diantaranya berinisial SN dan AS, warga Suka Asih, Kota Tangerang dimana keduanya itu merupakan pasangan ibu dan anak yang nekat memalsukan surat kesehatan untuk pulang ke kampung halamannya.

“Mereka kita tangkap petugas Polsek Benteng, karena telah melakukan pemalsuan surat rapid tes Antigen menggunakan alat elektronik demi ingin pulang ke kampung halamannya. Jadi surat yang ia buat itu, digunakan untuk konsumsi sendiri dan tidak untuk diperjualbelikan pada masyarakat umum,” ungkap Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Deonijiu De Fatima saat menggelar konferensi pers pada Jumat (21/5/2021) di Lobby Polres Metro Tangerang Kota.

“Jadi setelah pulang dari kampung, mereka dipertanyakan oleh Tim Satgas kelurahan mengenai surat hasil rapid tes Antigen hasil negatif. Dan ketika, petugas mendatangi rumah mereka untuk mengecek fisik surat tersebut. Si ibu tidak bisa menunjukan surat aslinya. Dan ketika diselidiki petugas. Ia mengaku surat tersebut dari anaknya, yang didapat dari hasil mengetik sendiri menggunakan komputer miliknya,” ucap Kapolres.

Dari situ, lanjut Kapolres, mereka beserta barang buktinya diamankan petugas kami ke kantor Polsek Benteng untuk menjalani proses lebih lanjut.

“Kita interogasi mereka, dan mengaku khawatir apabila dites sewb petugas hasilnya positif Corona. Jadi mereka terpaksa membuat sendiri surat negatif antigen tersebut dengan meniru format yang ada di google,” kata Kapolres.

Akibat perbuatannya, pasang ibu dan anak tersebut terlibat pasal 268 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.

“Saya menghimbau kepada masyarakat, agar jangan mencoba untuk melakukan perbuatan yang serupa. Karena, pemerintah daerah sudah memfasilitasi untuk warganya untuk pembuatan rapid antigen gratis. Jadi, ikutilah aturan yang sudah ditentukan pemerintah dengan baik dan benar,” ucapnya.

Penyesalan pun dilontarkan oleh sang ibu pelaku. Saat diwawancarai wartawan, dirinya sangat menyesali perbuatan yang telah ia lakukan.

“Saya menyesal dan memohon maaf atas apa yang kami perbuat. Itu semua saya lakukan karena saya takut jika ikut pembuatan surat sehat di kantor polisi. Hasilnya positif dan saya gak bisa pulang kampung,” ucap SN dengan nada sedihnya yang begitu parau. (Foto & Article dari Sam/Mlt)

 

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close