Thursday, May 13, 2021
Home > News > Public Service > Hari Hak Konsumen Sedunia, PLN Tingkatkan Digitalisasi Layanan

Hari Hak Konsumen Sedunia, PLN Tingkatkan Digitalisasi Layanan


Banten-News | Public Service | Jakarta

Memperingati Hari Hak Konsumen Sedunia, Perusahaan Listrik Negara ( PLN ) menyelenggarakan diskusi virtual mengusung tema “Peduli dan lindungi konsumen” di Jakarta, Selasa (16/3/2021).

Diskusi virtual dihadiri Komisaris Utama PLN, Amin Sunaryadi, Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, Ketua YLKI, Tulus Abadi, dan Komedian sekaligus Influencer, Abdel Achrian serta seluruh insan PLN di seluruh Indonesia.

Dirut PLN, Zulkifli Zaini mengatakan bahwa kepuasan konsumen merupakan kunci dari keberhasilan perusahaan, sehingga PLN memegang teguh komitmen untuk memenuhi hak-hak konsumen PLN di Indonesia melalui layanan  New PLN Mobile.

“Kita semua adalah konsumen atau pelanggan PLN sekaligus pelayannya, wajib peduli terhadap hak-hak dari pelanggan PLN. Mari kita penuhi hak kita dan hak-hak lebih dari 78 juta konsumen PLN di Indonesia untuk mendapatkan kemudahan digitalisasi layanan melalui New PLN Mobile,” tutur Zulkifli, Rabu (156/3/2021).

Menurut Zulkifli ,  digitalisasi merupakan sebuah keniscayaan, konsumen di Indonesia sudah hampir semuanya sadar adanya internet, sehingga ini merupakan hal yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas, di satu sisi meningkatkan pelayanan kepada konsumen dan disisi lain mengelaborasi hak-hak konsumen serta meminimalisir human error.

PLN ingin memudahkan konsumen atau pelanggan dengan layanan dalam satu genggaman melalui New PLN Mobile sejalan  dengan salah satu pilar transformasi PLN, yaitu _customer focused  PLN menyediakan beberapa layanan pada New PLN Mobile, antara lain:

1.Pembelian token dan pembayaran tagihan
2.Perubahan Daya
3.SwaCAM atau Catat Meter Mandiri
4.Riwayat Penggunaan Listrik atau Pembelian Token
5.Pengaduan

“Kita harus berubah dari fokus pada peningkatan kapasitas menjadi fokus dalam menggerakkan dan memahami kebutuhan pelanggan (from supply driven to demand driven mindset), kita harus bekerja lebih baik dari harapan pemberi tugas dan kita harus melayani lebih baik dari harapan pelanggan,” tutup Zulkifli.

Sementara itu, Ketua YLKI, Tulus Abadi mengatakan bahwa di Indonesia hak konsumen diatur dalam UU Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Republik Indonesia dan khususnya untuk hak-hak konsumen atau pelanggan PLN terdapat dalam UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan pasal 29, ayat 1.

“Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) merupakan instrumen bagi PLN untuk memberikan pelayanan yang andal bagi konsumen. PLN juga telah memberikan layanan yang menunjukkan kepeduliannya terhadap konsumen sejak tahun 2003 yang tidak dimiliki public services lain dengan memberikan konpensasi apabilan tidak memenuhi TMP yang telah ditentukan,” terang Tulus.

Petugas PLN seperti maling.

Berharap Konsisten Dengan Pelayanan dari Hulu ke Hilir

Keluhan dari para pelanggan masih saja terdengar  manakala petugas lapangan melakukan tugas pemutusan aliran listrik  dengan membongkar box meteran tanpa diketahui oleh pemilik rumah  ini dialami Multa Fidrus, wartawan banten-news.com belum lama ini.

Fidrus mengatakan, box meteran dicabut oleh dua petugas tanpa memberitahukan pemilik rumah nyelonong masuk .

Fidrus menghubungi pengaduan PLN ternyata rumah di komplek Teratai Griya Asri di Desa Legok, Kecamtan Legok, Kabupaten Tangerang menunggak 3 bulan.  Yang menarik, kata Fidrus, biasanya bila ada tunggakan pihak PLN memberitahukan dengan mengirim surat, namun ini tidak dilakukan.

Setelah Fidrus membayar tunggakan 3 bulan ke PLN di Serpong sebesar Rp 1.218.000 dan pasang box meteran baru Rp 842.820, tiga hari kemudian baru dipasang.

“Sebagai konsumen dengan kondisi pendemi saat ini semestinya PLN harus memenuhi hak-hak konsumen,” ucap Fidrus.

Hal yang sama juga dialami Syamsul B, mantan wartawan Harian Pelita mengatakan, rumahnya pernah didatangi dua petugas PLN melakukan P2TL dengan menunjukan surat tugas dari PT Graha  Bara Lestari pada 1 Juli 2020 lalu.

“Setelah dua petugas memeriksa box meteran dan memerikas seluruh kabel listrik  kemudian meninggalkan rumah. Pemilik rumah merasa terganggu dengan ulah petugas PLN tanpa menggunakan baju seragam itu,” ujar nya. (sam).

Redaksi
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close