Saturday, May 15, 2021
Home > News > Infrastructure > Ganggu Jalan, Aktivis Muda Persoalkan Proyek Jembatan

Ganggu Jalan, Aktivis Muda Persoalkan Proyek Jembatan


Banten-News | Infrastructure | Tangerang Kota

Aktivis muda Kota Tangerang Faridal Arkam menilai, amburadulnya infrastruktur jembatan yang selesai dikerjakan pada akhir 2019 tersebut membuat pengguna kendaraan terganggu.

Pihaknya meminta kepada Dinas PUPR Kota Tangerang untuk berani mengambil langkah tegas kepada kontraktor yang diduga nakal dalam pembangunan jembatan dan jalan baru yang lokasinya tepat di depan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

“Kontraktor harusnya memikirkan kualitas jalan yang mereka kerjakan ketimbang mengambil untung besar, tetapi mengabaikan kualitas jalan itu. Ini jelas yang dirugikan adalah masyarakat Kota Tangerang selaku pengguna jalan utama,” ujar Faridal.

Pria yang akrab disapa Farid ini menegaskan, Dinas PUPR Kota Tangerang harusnya mengambil langkah tegas kepada kontraktor yang mengerjakan jalan tersebut seperti peringatan atau tegasnya memblacklist kontraktor yang diduga nakal.

“Ini adalah peringatan kepada kontraktor lainnya supaya mengedepankan kualitas ketimbang untung besar,” ucapnya.

Pihaknya juga meminta agar Inspektorat Kota Tangerang memanggil kontraktor atau pemborong untuk dimintai keteranganya. Sebab, kontraktor tidak bisa lepas tanggung jawab begitu saja.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah tampaknya berang dengan proyek jembatan di Jalan TMP Taruna, Kecamatan Tangerang.

Ia perintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang untuk menegur dan memanggil kontraktor pengerjaan proyek pembangunan jembatan tersebut.

Proyek pembangunan jembatan tersebut masih dalam masa pemeliharaan dari kontraktor. “Ini kan masih dalam masa pemeliharaan dari kontraktor. Nanti Dinas PUPR yang akan memanggilnya,” ujar Arief, Senin (3/2/2020)

Arief menambahkan, melihat kondisi hujan seperti ini tentunya infrastruktur jembatan yang rusak tidak bisa dilakukan pengaspalan. “Kalau hujan tidak bisa diaspal, makanya lebih baik dikonblok saja dulu agar tidak bolong-bolong,” tegasnya.

Diketahui, proyek yang berasal dari APBD Kota Tangerang 2019 ini, kondisinya sangat memprihatinkan dan mengganggu kenyamanan berkendara. (T7)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close