Friday, May 7, 2021
Home > News > Sports > Final Day Run in the Sky 2021, Lomba Lari dan Sepeda Virtual di Terminal 3 Bandara Soetta

Final Day Run in the Sky 2021, Lomba Lari dan Sepeda Virtual di Terminal 3 Bandara Soetta


Banten-News | Sports | Tangerang Bandara

Event final day Run in The Sky 2021 yang dilakukan sebagai kompetisi sepeda dan lari yang diselenggarakan di Smmile Center Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak terlihat adanya kerumunan meskipun event ini diikuti lebih dari lima ratus peserta, pada Sabtu, 10/4/2021.

Sebelumnya atau pada Februari-Maret 2021 lalu telah dilakukan perlombaan secara virtual terlebih dahulu dimana peserta dapat berkompetisi di tempat mereka masing-masing dengan menggunakan aplikasi favorit dalam di masa Pandemi Covid-19 ini. Kegiatan masyarakat yang melibatkan banyak orang dibatasi.

Termasuk event olahraga yang dilakukan di waktu dan tempat secara bersamaan. Namun demikian, PT Angkasa Pura Solusi Integra (APSI) memiliki cara tersendiri untuk menggelar event olahraga yang menarik namun tetap sesuai dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat demi menjaga kenyamanan dan keselamatan peserta dan pengunjung acara tersebut.

“Kita ambil tema Run In The Sky, dimana lomba ini kita lakukan dengan menggabungkan antara aktivitas olahraga Offline dan online,” ujar Febri Toga Simatupang, Direktur PT Angkasa Pura Solusi Integra, Sabtu (10/4/2021).

1. Menggabungkan antara olahraga offline dan online

Berbeda dari lomba lari maraton dan sepeda pada umumnya, disini para peserta melakukan rangkaian lomba dengan metode offline, dimana seleksi tersebut dilakukan di rumah masing-masing para peserta yang telah dilakukan sejak Februari 2021.

“Pada awalnya ada 500 peserta yang ikut, lalu setelah proses seleksi didapatkan 40 peserta yang mengikuti final, kita lakukan secara offline di Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Febri.

2. Menggunakan aplikasi Zwift

Dalam lomba ini, penyelenggara menggunakan aplikasi bersepeda yang mirip seperti aslinya, dimana sepeda diletakkan di atas dudukan sementara pedal sepeda dipasang alat sensor yang terhubung dengan aplikasi Zwift yang ada di laptop.

Nantinya, pada layar laptop, peserta dapat melihat kecepatan bersepeda secara realtime. Disamping peserta juga terdapat pengawas yang mengawasi dan memandu peserta untuk dapat menggunakan aplikasi tersebut.

3. Ada empat kategori dalam lomba Run In The Sky

Febri mengungkapkan, terdapat empat kategori lomba, dimana dua kategori merupakan perlombaan lari maraton 21K dan 42K dan dua kategori merupakan perlombaan sepeda Fun Bike dan Pro Bike.

“Jadi kita buat semirip mungkin dengan aslinya, karena peserta yang mengikuti lomba ini memang peserta yang biasa mengikuti lomba lari maraton dan sepeda,” jelasnya.

4. Peserta sebut lomba ini mengobati rindu berlari maraton sebelum pandemi.

Sementara itu, Fransisca (40) salah satu peserta mengatakan, adanya perlombaan ini mengobati rindunya terhadap lomba lari maraton sebelum pandemi. Pasalnya, dirinya memang pelari maraton profesional yang tergabung dalam komunitas lari di Bandung.

“Saya sebelumnya olahraga menembak, karate, berenang, dan lari tapi selama pandemi semuanya off makanya saya teruskan yang lain, salah satunya ya mengikuti lomba virtual lari ini,” kata Fransisca.

Fransisca yang mengikuti lomba lari maraton dalam kategori 42k ini menyebut selama pandemi, dirinya yang terbiasa olahraga di luar ruangan menjadi kesulitan.

“Yang membedakan, virtual sama offline bedanya soal ramai-ramai sama engga, kalau offline itu larinya bersama-sama sehingga ada rasa kompetisinya, kalau virtual ini baru terasa kompetisinya ketika ya digabung sama offline meski bentuknya beda,” tuturnya.

Dalam perlombaan ini, peserta yang menjadi juara pada kompetisi ini akan mendapatkan uang tunai masing masing Rp 1,500,000 untuk juara satu, Rp 1,250,000 untuk juara dua dan Rp 1,000,000 untuk juara ketiga. (Mlt)

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close