Thursday, October 1, 2020
Home > Life > Art & Culture > Duh! Tangsel PSBB, Airin-Benyamien Davnie Di Tagih Janji Kampanye

Duh! Tangsel PSBB, Airin-Benyamien Davnie Di Tagih Janji Kampanye


Banten-News | Art & Culture | Tangsel

Para pekerja seni Kota Tangerang Selatan menagih janji program dan janji kampanye Waikota Airin dan Wakil Walikota Benyamien Davnie 10 tahun setelah memimpin Kota Tangerang Selatan. 

Bukan sekali, sebelum Virus Corona menerjang selama 2 (dua) periode menjadi Kepala Pemerintahan tak ada satu program dan janji politiknya direalisasikan hingga sekarang.

“Selama ada Virus Corona, kami para pekerja seni benar-benar berdampak, himbauan pemerintah melarang keramaian, orang hajatan tidak boleh, Lah! Penghasilan kami kan emang dari situ ada hajatan ada event pastinya,” ungkap Wahyudi, 40, kepada wartawan, Rabu, 15 April 2020 sejak tahun 2005 menjadi MC akhirnya di sebut Bang Baduy MC.

Dia pun menerangkan kekecewaannya terhadap Pemkot Tangsel. “Tidak sesuai pada saat dia berpasangan calon (Walikota Airin dan Wawalkot Benyamien Davnie) butuhkan suara masyarakat, setelah jadi lupa semuanya,” urainya.

“Ada pun misalnya, ada bantuan, kurang terkodinir ditambah berita-berita di televisi atau sosmed Pemerintah kok peduli dengan nasib driver ojol, pekerja buruh yang selalu menjadi pembicaraan, Lahh! Kita ini seolah tak ada kabarnya padahal kami pekerja seni yang juga butuh perhatian pemerintah kota,” jelas Bang Baduy MC.

Sebenarnya kami pun naisbnya benar-benar lumpuh selama ada Covid-19, tak ada warga yang hajatan, order organ tunggal atau ngemMC pun nihil,” lirihnya.

Dikeluhkannya jika profesi sebagai pekerja seni berbeda dengan profesi driver ojol dan buruh pabrik walau pun akan berlakukan PSBB oleh Pemkot Tangsel.

“Nasib pekerja seni kandas sementara driver ojol dan buruh pabrik masih dapat melakukan aktifitas pekerjaannya,” katanya

Penghasilan kami dapat job dari situ dari warga yang menggelar pernikahan dan event lainnya, ya berarti ada job ada upah jika sepi order berarti tak ada penghasilan untuk menghidupi keluarga.

“Apa yang disampaikan oleh Pak Miing Bagito dalam acara teve ILC itu betul sekai nasih pekerja seni sangat terganggu dan saya ucapkan terimakasih sudah disuarakan olehnya,” tegas Bang Baduy MC berharap hadir pemimpin Tangsel yang benar-benar peka dan peduli yang tidak obral janji kampanye

“Mudah-mudahan bisa didengar oleh mereka Walikota Airin dan Wakil Waikota Benyamen Davnie,” pungkasnya

Hal sama dirasakan oleh Phipin, 41, juga pekerja seni asal Ciputat Tangsel. Menurutnya tawaran tampil di panggung sudah tidak ada sama sekali atas dampak covid-19.

“Kami makan dan kebutuhan sehari-hari dari hasil manggung tampil, besar harapan pemkot Tangsel dapat membantu kami ditengah kesulitan ini,” tutur Phipin.

Lebih miris memang nasib kami, karena pemasukan memang tidak ada sama sekali barangkali ada diantara kami yang langsung banting setir menjadi kuli bangunan saat masih bisa dan kuat bekerja.

Masih kata Phipin ditambah, terkait PSBB Tangsel semakin membuat bingung profesi seperti kami, secara otomatis gerak kami terbatas dan peluang mencari nafkah serabutan semakin buntu.

“Kami mewakili kawan-kawan pelaku seni menaruh harapan besar kepada Pemkot Tangsel agar kami mendapatkan perhatiannya. Begitu juga kepada pejabat tinggi di Tangsel semoga bisa memperhatikan nasib kami di saat situasi dan kondisi seperti sekarang ini,” imbuhnya.

Phipin pun berharap kepada para calon walikota jangan mudah membuat janji-janji dan jika terpilih masih bisa merangkul semua kalangan terutama kepada para pekerja seni.

“Mungkin dengan memberikan bantuan pinjman modal usaha kepada pelaku seni, kami bisa mendapatkan penghasilan lain yang lebih baik dari sebelumnya dan memenuhi janji politiknya di saat kampanye,” tutup Phipin

Admin
The Resource & Directory Of Banten Today
https://banten-news.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close